Masalah Pemuda Pemudi di Jepang

Berawal dari rasa ingin tahu seperti apa kondisi Jepang dan permasalahannya, ditemukan artikel ini. Ternyata para pemuda pemudi di Jepang juga mempunyai berbagai masalah.

Terdapat perbedaan kebudayaan antara orang jepang di zaman dahulu dan pemuda pemudi di zaman sekarang. Seperti diceritakan di sini. Kalau dulu orang Jepang suka sekali bekerja keras, nampaknya para pemuda Jepang lebih suka berhura hura dan berbelanja.Mereka suka menarik perhatian orang lain, berdandan dengan cara yang aneh, suka menggunakan barang barang mewah, bahkan denagn cara cara yang …kurang baik. Ada yang menduga kalau salah satu penyebabnya adalah para pemuda pemudi ini dulunya adalah anak anak yang terlantar karena orang tuanya sibuk bekerja keras mengembalikan kembali kondisi ekonomi Jepang yang sedang krisis. Hal ini ditambah lagi dengan tekanan dan tuntutan yang besar di jenjang pendidikan dan karir anak anak di Jepang. Beberapa yang kuat untuk bersaing, mungkin mampu menjalaninya, tapi ternyata banyak juga yang secara mental tidak siap seperti diceritakan di sini. . Hasilnya: Banyak yang terlibat obat obatan dan minuman keras, Hikikomori (di sini dan di sini), pencurian pada usia 15-19 tahun (di sini), jumlah pengangguran meningkat dan jumlah orang yang bersekolah di pendidikan tinggi menurun, bunuh diri, dll.

Bekerja keras memang diperlukan dalam mencapai segala hal, tapi ternyata perlu dipastikan lagi kerja keras seperti apa yang selamat dan tidak berakibat buruk pada hal hal lain. Sebagai orang Islam, kita telah mendapat contoh, ilmu dan didikan dari Rasulullah bagaimana bekerja keras yang baik dan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: