Anak adalah Sebuah Harapan

Melihat anak yang patuh, penurut, berakhlaq, memang membuat hati menjadi tenang dan tentram… dari sana munculah berbagai mimpi dan harapan…. Hari ini si fulan sudah bisa belajar ini, itu, bla bla bla… begitu mungkin obrolan sore hari antara ibu dan bapaknya…. O iya, dulu saya pun seperti dia.. begitu mungkin komentar bapaknya…. dan segala doa dan harapan pun muncul dalam angan angan sang ibu dan bapak….

nurul

Tapi namanya juga anak anak….. satu hari menjadi malaikat, hari lainnya…. waw! kepala ibu bisa pening mendadak menghadapi tingkah lakunya yang ‘luar biasa’…..capek sang ibu menjadi bertambah tambah, uban dan kerut kerut dimuka bertambah.. luar biasa, anak bisa mengubah usia ibu yang baru berumur 35 tahun menjadi 53 tahun… he he he… itu baru cerita satu anak, bagaimana dengan 3 anak, 5? 7? 10? 30 ??????wahhhh tentu pusingnya berlipat ganda…..

Ada kesan anak menjadi sebuah beban yang perlu dipikul oleh orang tuanya… mulai dari masalah pengasuhan, pendidikan, dan biaya hidup…… “ Ayo, cepat lulus kuliah dan bekerja… ibu sudah capek membiayai kamu… “ salah satu komentar yang pernah saya dengar…ada juga yang semangat mempersiapkan segala sesuatu untuk anaknya… biaya sekolah favorit yang selangit, asuransi, dll….sampai samapi kedua orangtuanya terpaksa pontang panting mencari uang agar kebutuhan anaknya tercukupi…. ada juga yang berusaha membatasi kelahiran anak agar tidak berat menanggung kebutuhan hidupnya……

Apakah kita sudah melihat anak anak sebagai suatu potensi…. sebagai suatu harapan…Itulah yang Rasul ajarkan dan contohkan kepada kita…(Itulah hebatnya Rasul kita… jangankan anak anak sahabat… musuh pun Rasul beri harapan dengan mendoakan agar mendapatkan hidayah dari Allah…. kalaupun bukan dia yang mendapat petunjuk, semoga keturunannya menjdapat petunjuk dari Allah…. )….. Sampai Rasul berpesan kepada umatnya bahwa Beliau akan merasa bahagia melihat jumlah pengikutnya yang besar di akhirat kelak….Itu adalah harapan besar seorang rasul, doa seorang Rasul bahwa keturunan umatnya akan berada di pihaknya (berarti berada di pihak yang diselamatkan…..)…

Mungkin ini adalah mental exercise bagi para orang tua jika melihat anaknya bermasalah….. masih mampukah kita berharap, masih mampukah kita berdoa denagn rasa cemas dan harap kepada Allah, ketika anak kita sakit, ketika ia berbuat salah, ketika dia sengaja membuat jengkel ibu bapaknya, ketika ia membuat malu ibu bapaknya di depan orang lain….di sela sela letihnya pekerjaan rumah atau pekerjaan rutin lain orang tuanya… masih bisakah kita menyambutnya dengan senyum, ketenangan dan harapan? bukan denagn suara keras dan kerut merut di wajah?????atau nada suara penuh tuntutan dan perintah???? masih mampukah kita menyusun strategi untuk anak anak kita agar mereka tetap terdidik di saat mereka sedang bosan atau berbuat yang aneh aneh???

Janganlah kita berputus asa, jangan kita menjadikan anak sebagai beban…. berserah dirilah kepada Allah dan bertawakallah… tak ada  lagi yang dapat kita lakukan selain itu… biasakanlah untuk berharap dan memohon pertolongan Allah.. bisikkanlah “Ya Allah, saya sudah mencoba, tapi apalah artinya yang saya lakukan ini… hanya Engkaulah yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak… semoga saya selalu dalam bimbinganMu dan orang orang yang Engkau sayangi….Kita betul betul tak tahu dan tidak dapat menentukan masa depan anak anak kita kelak…. belum tentu anak yang terlihat baik sekarang, akan menjadi baik kelak, begitu pula sebaliknya kelak… itulah yang perlu kita rintihkan setiap saat kepada Allah Swt….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: