Membenahi Pendidikan Anak

Jadi orang tua sekarang memang susah… yang ada selalu rasa cemas dan cemas… apakah anakku sudah berada di jalan yang benar? kalau terlihat sudah benar, apakah ia nantinya akan selalu benar jika menghadapi berbagai ujian?

Belum lagi kalau baca koran dan berita hari ini….bagaimana kalau anakku terlibat dalam kasus kekerasan atau pornografi? bagaimana lingkungan sekolah anakku? bagaimana teman teman anak anakku?… wah wah, kalau bisa anak anak kita buntuti terus supaya bisa ketahuan belang belangnya…. tapi kan kita bukan mengurus anak monyet atau kucing yang harus terus diawasi… manusia memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari itu…. jika ia telah dididik denagn benar, tidak perlu repot repot diawasi, tidak ada siapa siapapun ia mampu bertindak dengan benar.

Menurut saya, ada beberapa masalah pendidikan anak anak yang belum selesai sampai saat ini antara lain:

  1. Pendidikan dilakukan secara formal di sekolah saja.
    Anak anak secara fitrahnya suka dengan belajar. Ia melihat, mengamati dan meneyrap apa saja yang dapat ia pelajari. Jika di sekolah ia belajar dengan bimbingan gurunya, jika tidak ada bimbingan, ia akan mencari contoh  dan rujukan dari sumber yang lain.  Jika kehidupan berlangsung selama 24 jam dan anak anak belajar di sekolah selama 5 jam, maka sisa 19 jam itu akan dipergunakannya utnuk belajar dari sumber lain seperti dari teman temannya, lingkungan, dll.
  2. Pendidikan formal dilakukan untuk menghasilkan nilai dan ijazah
    Ada guru ada tugas ada raport ada kenaikan kelas.  Dalam waktu 5 jam di sekolah anak diminta untuk belajar dan menyelesaikan pelajarannya dalam 1 semester pelajaran.  Untuk beberapa pelajaran yang bersifat hafalan dan pengetahuan, mungkin hal ini masih dapat diterima, tapi untuk pelajaran pelajaran lain, sulit dilakukan. Dengan waktu yang terbatas dan pelajaran yang bersifat formal, anak anak terpaksa mengejar setoran…..berbagai daya dan upaya pun dilakukan oleh anak untuk mendapatkan nilai terbaik, bukan untuk mendapatkan pemahaman dan mendapatkan kemampuan utnuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari hari. 
  3. Pendidikan yang dilakukan di sekolah hanyalah pendidikan akal saja.
    Manusia tidak hanya memiliki akal. Ia memiliki hati dan jiwa. Jika hati  dan jiwa tidak terdidik, maka ia tidak akan terlatih atau kemungkinan lain ia akan mendapatkan pelajaran dari tempat yang salah. Yang paling berbahaya dari hati dan jiwa yang tidak dididik adalah nafsu. Nafsu yang tidak dididik dapat menjerumuskan anak anak dalam berbagai masalah seperti pornografi, kekerasan, dll.  Proses pendidikan hati dan jiwa tidak dapat dilakukan secara formal utnuk mengejar nilai, ia harus dilakukan setiap saat.

Masih banyak masalah lain yang ada dalam pendidikan anak. Mungkin guru dan pendidik lebih banyak memiliki fakta dan pengalaman di lapangan.  Yang jelas masalah masalah di atas belum selesai. Sebagai orang tua kita tidak mungkin menunggu sampai sistem pendidikan yang ada menjadi baik dan benar.

One Comment to “Membenahi Pendidikan Anak”

  1. Pendidikan anak memang harus diperhatikan, karena sebagian besar kemampuan seseorang ditentukan oleh bagaimana proses pendidikan selama menajdi anak-anak. peran orang tua menjadi sangat penting karena orang tua merupakan guru yang pertama dan utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: