Belajar Tidak Hanya Matematika, Bahasa dan Les Piano saja

Yang jarang ditemukan di sekolah sekolah biasa adalah belajar memecahkan masalah… Anak anak memang dilatih untuk berhitung, menulis, musik, dll… tapi anak anak tidak pernah dilatih utnuk belajar memecahkan masalah yang dialaminya sehari hari. Itu sebabnya ketika imbul masalah, banyak anak dan orang tua yang bingung mencari panduan, akhirnya anak anak mencoba menyelesaikan masalahnya dengan cara trial dan error, tanpa panduan yang jelas.. kadang ada yang merujuk pada kawannya, pada orang terkenal seperti, artis, dll.

Kalau kita ingin membesarkan anak anak denagn cara Islam, maka anak anak juga perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah dengan cara Islam seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasul, Sahabat, Salafussoleh, tabit tabiin, wali wali dan orang orang bertaqwa…. semoga denagn cara ini anak anak akan terbiasa memecahkan masalah dengan cara Islam.

Tag:

2 Komentar to “Belajar Tidak Hanya Matematika, Bahasa dan Les Piano saja”

  1. Bukannya bermaksud menyangkal pendapat Anda, namun seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, sudah banyak ditemukan strategi pembelajaran yang mengetengahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari sebagai modal dasar mempelajari materi tertentu. Seperti matematika. Untuk belajar untung dan rugi, informasi rumus untung dan rugi secara tidak sengaja diketahui siswa jika sebelumnya diadakan permainan “pasar-pasaran” dalam kelas. Siapa sih yang mau rugi? Berawal dari situ siswa akan berusaha menjual beberapa “dagangannya” dengan harga tertentu sehingga mendapatkan untung. Jika pembeli menawar dengan harga yang lebih rendah, penjual harus memperkirakan untung ruginya. Secara tidak langsung siswa memahami dengan kuat konsep untung dan rugi karena siswa mengalami sendiri.

  2. Betul Pak… salah satunya problem based learning…. metoda ini sudah lama dikembangkan di luar negri dalam jenjang pendidikan universitas….(Salah satunya di Denmark. dulu tahun 2000, Universitas Alboorg Denmark sudah menerapkannya).

    Di Indonesia juga banyak yang telah mencoba merumuskan metoda penyelesaian masalah seperti metoda SWOT, 5W 1 H, Problem Seeking, metoda penelitian, dll.

    Sayangnya masalah yang timbul dalam kehidupan bukan hanya sebatas permasalahan yang ada dalam akademik..masalah berkompromi denagn kawan, masalah menghadapi kawan yang kurang menyenangkan, masalah rebutan mainan, masalah menunggu giliran main, dll, itu juga suatu masalah.

    Sejak balita, anak anak sudah mulai belajar mengenal masalah tapi belum mampu menyelesaikannya- mungkin ini salah satu penyebab dari temper tantrum yang biasa dialami oleh anak usia 2 tahunan…
    Sejak umur 7 tahun, anak sudah mulai memakai logika untuk menyelesaikan masalahnya… di sini mulai terlihat, cara pandang mana yang ia bawa dalam menyelesaikan masalah.. proses ini tentu akan terus berlangsung sampai dewasa.

    Terimakasih atas masukannya,mohon maaf jika ada kata kata yang kurang berkenan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: