Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama

Yanti, si anak berumur 7 tahun sekarang semakin banyak bertanya-tanya. Semua ditanyakan, seperti "Kenapa nanti di hari kiamat malaikat Isrofil yang meniup terompet untuk membangkitkan orang mati", "Kenapa Rasulullah diumpamakan sebagai bulan sementara sahabat adalah bintang bintang di langit padahal kan bintang itu sinarnya lebih terang daripada bulan", "Kenapa ibu kadang sholat kadang tidak", "Kenapa rambut harus disisir setiap hari", dan banyak lagi kenapa, apa , bagaimana, dll. Kalau dulu cuma Yanti saja yang bertanya tanya, sekarang Kiyah yang 4 tahun pun sudah mulai cerewet dengan pertanyaan-pertanyaan, kadang Yanti dengan jiwa kakaknya yang sok tahu berusaha memberi penjelasan pada adiknya, kalau belum puas, tetap bertanya dengan ibu.

Ilmu agama dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang sangat berbeda. Ilmu agama bersandar kepada sesuatu yang sudah pasti yang disampaikan oleh Tuhan, melalui Nabi dan Rasulnya. Sikap kita ketika menerima ilmu agama ini, baik yang bersifat tauhid, syariat dan tasawuf adalah ketaatan, semoga dengan ini Allah berikan rahmat dan kasih sayangNya. Hal ini juga dicontohkan oleh para Sahabat ketika menerima wahyu yang disampaikan Rasulullah. Misalnya, Sayidina Umar bin Khatab langsung melempar minuman keras ketika larangan khamar disampaikan Rasul, atau wanita dari kaum Anshor yang langsung memotong kain kain untuk membuat kerudung ketika perintah menutup aurat dengan kerudung bagi wanita diturunkan. Segala perbuatan ini menunjukkan keyakinan yang besar kepada Tuhan dan kepada Rasul sebagai penyampai wahyu.

Berbeda dengann ilmu pengetahuan alam. Ilmu pengetahuan alam (sains) yang kita kenal sekarang ini sebenarnya adalah ilmu yang disandarkan kepada adat kebiasaan di alam. Kebenaran ilmu Ilmu pengetahuan ini sifatnya sementara, yaitu teori yang ada adalah teori yang disepakati bersama, sampai nanti ditemukan teori baru yang lebih benar. Jadi dalam ilmu pengetahuan alam ini tidak akan ada kebenaran mutlak.

Ketika kita berbicara tentang suatu benda, kita berbicara tentang sesuatu yang kita belum ketahui perilakunya, atau sunatullah dari benda tersebut seperti perilaku benda cair, padat, perilaku angin, api, dll. Kalau Nabi dan Rasul mendapat bimbingan dalam berbagai hal dari Allah (misalnya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kaa bah denagn petunjuk dari Allah, atau Nabi Nuh membuat kapal dan mengetahui kapan harus naik dalam kapal tersebut, Nabi Idris menguasai teknologi membuat kain, Nabi Daud dan ketapelnya, dll) kita sebagai manusia biasa, perlu mencari tahu, melihat, mencontoh dan belajar, tentunya dalam proses belajar ini Allah juga yang memberikan ilmu pada manusia (Misalnya anak Adam pertama kali tahu cara menguburkan mayat ketika melihat burung Nazar yang menguburkan bangkai mangsanya).

Jadi cara belajar ilmu agama dan ilmu ilmu fisik dan matematika tidak dapat disamakan, ilmu Agama landasannya keyakinan dengan sumber yang sangat diyakini kebenarannya, sementara ilmu fisik landasannya adalah data yang didapat dari kondisi fisik berdasar pengamatan dan percobaan. Dalam ilmu fisik dibutuhkan asumsi asumsi dan batasan untuk mendapatkan teori tentang perilaku benda benda fisik. Ilmu ini nantinya akan berkembang menjadi ilmu terapan atau ilmu engineering yang dapat memberikan kemudahan pada manusia ketika beraktivitas. Misalnya teori tentang gravitasi, berguna untuk ilmu ilmu statika bangunan, ilmu fisika Quantum dapat dimanfaatkan utnuk teknik elektro, dll.

Ilmu Agama tidak perlu dipertanyakan kembali, cukup dipahami dan diyakini, Insya Allah akan menjadi bekal di akhirat nanti. lmu ini setiap orang harus menguasainya dan menerapkannya dalam kehidupan sejak kecil akil baligh sampai ke liang lahat. Pengembangan dari ilmu Agama antara lain adalah ilmu fiqih, tafsir, dll yang tetap berada dalam sumber yang sama yaitu berasal dari Tuhan. Terkadang ilmu ilmu fisik juga memperkuat apa apa yang telah disampaikan dalam AlQuran, dan ini berguna untuk menambah keyakinan kita kepada Tuhan.

Untuk anak anak yang perlu disuburkan tentang agama adalah masalah keyakinan. Sementara untuk ilmu pengetahuan, perlu dibangkitkan semangat untuk mengamati, bereksperimen, dokumentasi, dll.

4 Komentar to “Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama”

  1. ilmu agama mmg sgt penting..jd marilah kita belajar ilmu yang ada…

  2. nama saya laila. tolongin saya dong. saya ada tugas tentang materi ilmu pengetahuan dan ilmu agama. kepada siapapun yang membaca tulisan ini tolong kirimkan ke email saya laila_gayo@yahoo.co.id sebelumnya makasih banget..

  3. maaf nih, mungkin tugasnya sudah dikumpulkan ya…. semoga baik baik saja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: