Mitos dalam Pendidikan


Ada beberapa pendapat yang telah menjadi mitos yang perlu dipertanyakan kembali kebenarannya. Mitos ini menjadi bahan pertimbangan beberapa orang dalam menentukan materi pendidikan anak anaknya:

  1. Semakin pintar anak, semakin cerah masa depannya.
    Kalau anda tidak yakin sepenuhnya dengan pernyataan di atas, anda tidak akan terkejut dengan pernyataan ini:

    • Banyak orang pandai yang dijauhi oleh masyarakat bahkan diasingkan dan dihukum mati …(contohnya Copernicus yang memberikan pandangan berbeda dengan ilmuwan di zamannya).
    • Banyak orang pandai yang dicuri idenya oleh orang lain yang lebih provokatif (salah satu tokoh provokatif adalah Galileo Galilei). Betulkah orang pandai banyak yang menjadi kaya? yang ada orang pandai yang kaya memanfaatkan kekayaannya utnuk kegiatan penelitiannya yang banyak memakan biaya. Kepandaian itu adalah rezeki, untuk melahirkan sesuatu yang hebat diperlukan lebih dari kepandaian seperti: ketekunan, kesabaran, disiplin dll (coba lihat Sir Thomas Edison dengan percobaannya yang beratus ratus kali).
    • Masih banyak lagi hal hal kontroversial tentang kepandaian yang tidak dibahas di sini karena bisa memancing perkelahian :))
  2. Anak yang memiliki banyak keahlian, tidak akan sulit mencari pekerjaan. Sepertinya jika anak memiliki banyak keterampilan, keahlian, dia tidak akan sulit mencari pekerjaan. Tapi marilah kita tengok apa yang terjadi pada para pengrajin tradisional, banyak pula yang menganggur. Juga pada orang di desa yang memiliki keahlian bertani, banyak yang sekarang bingung mencari pekerjaan karena sawah mereka sudah tergusur. Jika anak sudah diarahkan pada keahlian yang sangat spesifik, dunianya menjadi sempit dan tidak dapat mempelajari banyak hal.
  3. Anak perlu dididik berjiwa bisnis sejak kecil. Wah ini bisa memberikan ide kursus baru untuk anak…:)) Ada beberapa orang yang mulai mempersiapkan anak anaknya menjadi pengusaha sejak kecil, bahkan beberapa tokoh pendidikan berpendapat berdagang, mencari uang sendiri, perlu dikenalkan kepada anak anak. Jiwa bisnis menekankan pada untung dan rugi.. jadi hati hati jika hal ini menjadi motivasi anak anak untuk melakukan sesuatu (membantu ibu? keuntungan apa yang saya dapatkan?).
  4. Ada lagi yang mau menambahkan mitos mitos yang sepertinya benar, tapi tidak sepenuhnya?

2 Komentar to “Mitos dalam Pendidikan”

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://pendidikan.infogue.com/mitos_dalam_pendidikan

  2. Utk point #1, yang bikin saya kesel itu dimanfaatin ama orang jualan susu😀 pakai DHA lah, pakai Omega 3 lah, segala macem. Padahal dulu waktu masih kecil juga makan minum nggak aneh-aneh, alhamdulillah sekarang tumbuh sehat.

    Toh orang pandai nggak selalunya baik. Itu DR Azahari, jauh-jauh jadi doktor, nggak tahunya bikin bom, bunuh orang dimana-mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: