Anak Anak Ajaib


Dulu ketika saya kecil, salah satu nama anak Indonesia yang pernah populer adalah Yani Danuwidjaja. Dia ini mampu mengarang lagu dan membuat aransemen musik ketika usia masih 8 tahun. Ketika itu tidak banyak ibu ibu adn bapak bapak yng termotivasi untuk mengajak anak anaknya kursus musik agar bisa ‘seperti Yani Danuwidjaja’. Era ini lewat sudah. Sekarangpun banyak anak anak ‘luar biasa’ yang dianggap mampu mengerjakan pekerjaan pekerjaan orang dewasa seperti menjadi da’i, menjadi presenter, menjadi selebritis, menang olimpiade matematika dan mendapat beasiswa ke Oxford University dalam usia 11 tahun, dll- yang terakhir yang saya tahu adalah menjadi admin jaringan komputer pada usia 11 tahun.

Setahu saya popularitas yang dimiliki oleh anak anak seperti ini tidak berlangsung lama, cukup menghibur pembaca koran dan penonton televisi selama beberapa saat lalu menghilang kembali. Lalu setelah hilang dari peredaran, apakah yang terjadi dengan anak anak tersebut? ya, life goes on… terkenal atau tidak, mereka akan tumbuh, menjadi akil baligh dan dewasa.

Apa yang hilang untuk mendapatkan ‘hasil yang luar biasa tersebut?’ yang jelas : waktu. Ketika anak anak lain sibuk bermain bersama adik adik, membantu ibu, dan melakukan kegiatan lain yang sepatutnya dilakukan oleh anak anak lain, mereka sudah dibiasakan untuk melakukan pekerjaan pekerjaan yang lebih ‘serius’ seperti orang dewasa. Dunia orang dewasa jelas jauh berbeda dengan dunia anak anak yang polos dan tanpa dosa ini… di sana ada uang, glamor,dll.

Ada lagi satu poin yang hampir selalu ditinggalkan oleh anak anak yang dikarbit menjadi orang dewasa cilik ini yaitu belajar kenal Tuhan, lengkap dengan segala ilmu tauhid, syariat dan tasawufnya. Padahal umur 12 tahun, 13 dan 15 itu adalah masa masa rawan karena masa itu adalah masa peralihan mereka dari kategori kecil menjadi akil baligh. Walau pun kita menggolongkannya sebagai usia ABG yang masih mampu menerimanya menjadi anak kecil sekali sekali, di umur akil baligh ini ada perbedaan besar, mereka sudah mulai dihisab amal perbuatannya, seperti orang dewasa. Sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua dan pendidik untuk mempersiapkan waktu yang sedikit dari anak anak kita untuk menyambut masa akil baligh ini agar mereka selamat kelak di akhirat.

Kisah kisah Sahabat Rasul serta orang orang soleh di zaman dahulu sudah menunjukkan bahwa anak yang dididik untuk kenal Tuhan memiliki msa depan yang gemilang dalam konteks waktu kedepan sekali (akhirat) ataupun dunianya. Pendidikan mengenal Tuhan ini terus dilakukan oleh orang tua dan para pendidik (dalam Islam, semua orang menjadi pendidik, apapun profesinya ketika makan, belajar, tidur, bermain, mandi, dll. Hasilnya, banyak yang menjadi panglima perang di umur 20 tahunan, ulama umur 12 tahun, dll.

Perbedaan besar di antara anak anak yang kenal Tuhan dan memiliki kemampuan luar biasa ini adalah, mereka telah memiliki cukup bekal ketika bekerja sebagai orang dewasa. Jika ada cobaan, gangguan dan godaan, bekal mengenal Tuhan ini cukup mantap untuk menghindarkan diri mereka dari hal hal yang tidak diinginkan, bekal inilah yang akan menyelamatkan emreka di dunia dan di akhirat. itulah sebabnya kita tidak mendengar cerita cerita negatif dari anak anak luar biasa di zaman dahulu kala yang sukses menjadi prajurit, pemimpin perang, ulama, dll. Seperti bintang, sinar mereka makin terang karena mereka telah memiliki bekal iman, islam dan ihsan. (Silahkan lihat cerita cerita anak anak luar biasa ini seperti Usamah bin Zayd, Imam Nawawi, Imam Syafii, Syekh Abdul Qadir Djaelani, dll- maaf tidak disampaikan disini karena belum sempat menuliskannya.

One Comment to “Anak Anak Ajaib”

  1. Kalau buat saya, memang anak kecil itu nggak boleh macem2 dulu sebelum fardhu ‘ain nya selesai. Mungkin sampai selesai SD kali ya. Baru abis itu disesuaikan dengan kesukaan anak.

    Menurut pengalaman saya, kalau kepengen anak jago IT, belajar-belajar IT itu baru cocok pas SMP, kenal rangkaian elektronika dasar, kenal radio amatir, kenal komputer. Itu setelah SD nya selesai, setelah pengetahuan IPA nya lumayan, dibantu buku-buku pengetahuan yang banyak gambarnya. Kalau terlalu dini kayaknya jadi gimana gitu. Toh belajar IT juga nggak susah-susah banget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: