Homeschooling

Homeschooling telah menjadi suatu fenomena pada masa ini. Ada yang sungguh sungguh menyediakan waktunya untuk belajar di rumah setiap waktu ada pula yang dilakukan ketika libur sekolah sebagai variasi (lihat buku Homeschooling Rumah Tempatku, Dunia Sekolahku). Beberapa melakukannya karena ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak dengan cara dan metoda sendiri (lihat Blog Keluarga Homeschooling seperti:

Beberapa melakukannya dengan alasan biaya. Jumlah yang melakukan homeschooling karena keterbatasan dana sepertinya jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah yang melakukan homeschooling karena ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. Bahkan beberapa sungguh sungguh menyediakan dana untuk mendapatkan kurikulum, buku dan guru privat. Secara teknis ada yang melakukan homeschooling sendiri sendiri atau berkelompok.

Dari beberapa blog tentang homeschooling yang saya baca, ada beberapa hal yang menarik tentang homeschooling yaitu:

  • Suasana belajar yang menyenangkan, cepat mendapat feedback dari pendidik, proses belajar mengajar dapat dilakukan tanpa batasan waktu karena dapat dilakukan sambil melakukan kegiatan sehari hari, bermain, atau jalan jalan.
  • Semangat mencari ilmu yang besar. Homeschooling mengajarkan kita untuk mencari ilmu bukan untuk mengejar nilai.
  • Hal hal penting yang tidak dapat diajarkan di sekolah dapat dilakukan di homeschooling seperti pendidikan budi pekerti
  • Homeschooling dapat dilakukan di mana saja dengan biaya yang terjangkau bagi seluruh kalangan.

Awalnya saya sangat tertarik dengan ide homeschooling ini, wah hebat ya…. ada cara belajar yang lain dari sekolah biasa. Setelah saya baca kembali ajaran dari guru saya, rupanya Islam telah menerapkan cara belajar yang mirip dengan homeschooling, bahkan lebih dahsyat lagi… (lihat buku Pendidikan Rasulullah, Ustadz Ashaari Muhammad).

  • Sistem pendidikan Rasulullah dilakukan selama 24 jam, dengan berbagai cara. terkadang dengan bercakap cakap, berziarah ke rumah rumah, melakukan perjalanan yang jauh, melakukan kegiatan sehari hari.
  • Metoda pendidikan Rasulullah dilakukan dengan kasih sayang dan berhikmah, terkadang Rasul tidak berkata kata, cukup memberi contoh, terkadang Rasul memberi penjelasan dengan kata kata yang singkat, jelas, mudah dipahami setiap orang, terkadang Rasul memberikan kuliah umum di atas mimbar. Rasul tidak pernah menyebut aib seseorang di depan umum. Teguran dilakukan secara halus dan berhikmah.
  • Sahabat Rasulullah belajar bukan untuk mengejar nilai, uang, dll, tapi untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, untuk mendapat keredhoanNya.
  • Lingkungan sangat terjaga, dan terkondisi. Keributan, perilaku menyimpang, contoh contoh buruk, jarang sekali terlihat di zaman itu. Semua berlomba lomba berbuat kebaikan , berkasih sayang dan saling mengingatkan. Setiap orang dapat berperanan menjadi pendidik.
  • Selain lingkungan yang terjaga, semangat untuk memperjuangkan Islam menggebu gebu di seluruh kalangan. Bahkan anak yang belum akil baligh sudah berani mengajukan diri ikut berperang.
  • Pendidikan tidak dipungut biaya, tidak ada hak cipta, yang ada hak untuk menyebarluaskan ilmu ke berbagai belahan dunia
  • Guru, tokoh utama memberikan contoh dalam segala hal, termasuk kehidupan pribadinya .

Sistem ini dilakukan terus sampai Rasulullah wafat, dilanjutkan oleh Sahabat, Salafussoleh, dan Tabit- Tabi’in. Setelah itu sistem pendidikan Islam berubah sampai akhirnya menjadi pesantren, lalu menjadi pendidikan formal seperti yang dilakukan di Al Azhar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: