Ruh Dalam Beramal

yanti-mobil.jpg

 

Gambar Yanti, membuat mobil mobilan

Ketika seorang ‘engineer'(insinyur) berkarya, ia mengambil teori-teori yang sudah dipahaminya, lalu mewujudkannya dalam desain dengan memperhatikan kendala-kendala yang ada. Terkadang ada peralatan yang sulit diperoleh sehingga dilakukan berbagai modifikasi. Semoga alat ini dapat mempermudah pemakainya. Terkadang desainnya tidak langsung berhasil, perlu perbaikan berkali-kali.

Ketika seorang ‘scientist’ (ilmuwan) berkarya, ia mencari segala kemungkinan dari ilmu yang telah dipahaminya, mencari kemungkinan pengembangan teorinya dan menguji berbagai hipotesanya dalam aplikasi desain. Banyak scientist yang mengalami kesusahan, teorinya tidak dapat langsung diterima masyarakat ilmiah, ada yang ditolak habis-habisan, bahkan dihina. Beberapa orang sampai dihukum mati karena mempertahankan teorinya.

Ketika seorang arsitek berkarya, ia menjabarkan kebutuhan kliennya dan mencoba menerjemahkannya dalam berbagai alternatif desain. Biasanya klien tidak langsung setuju dengan apa yang ditawarkan. Arsitek harus mencoba berulang kali berdasarkan masukan dari kliennya.

Ketika petani bekerja, ia tentu melihat kondisi lahan, musim, serta memilih jenis padi yang akan dipakainya, siapa orang yang akan membantunya membajak sawah, dan lain-lain. Terkadang perkiraannya salah, terjadi perubahan musim atau badai dan bencana sehingga terjadilah gagal panen.

Baik engineer, scientist, arsitek dan petani tidak mundur dengan segala tantangan ini. Mereka berproses terus-menerus. Apakah yang menyebabkan mereka mampu melewati masa sulit, yang membuat mereka tidak menyerah dengan segala tantangan dalam profesinya? karena mereka sangat menghayati apa yang dilakukannya.

Dari proses dan penghayatan ini muncullah karya karya yang berarti, karya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang memiliki ruh dalam amalannya. Karya tanpa penghayatan akan mati karena tidak ada ruh di dalamnya. Dari proses penghayatan itu manusia terus menerus belajar mempertajam ‘rasa’. Memberikan ruh dalam setiap amalannya.

Itulah besarnya nilai amalan yang dilakukan secara istiqomah/ terus menerus. Ilmu yang sudah didapat perlu diamalkan secara istiqomah untuk mendapatkan kemajuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: