Menjadi Pandai Tidak Cukup

dsc_7438.jpg

Ayo kita belajar, agar menjadi pandai. Banyak yang berpendapat bahwa pelajaran dan pendidikan dilakukan agar kita bertambah pandai. Tapi betulkan menjadi pandai saja sudah cukup? Cerita di bawah ini adalah kejadian sehari hari yang saya alami bersama anak anak.

Cerita 1

“Siapa yang sudah selesai makan boleh bermain masak masakan” kata ibu. “Horeee… “Kiyah yang sudah selesai makan bergegas turun mengambil mainan. Si kakak yang belum selesai berkomentar, ” Kiyah, sudah minum dan cuci tangan belum?”… ” O ya…”. Kiyah berlari ke wastafel mencuci tangan. Momen ini dimanfaatkan si kakak untuk mengambil alih mainan yang ditinggalkan Kiyah. Tak lama setelah itu terjadilah keributan…..

Cerita 2

Yanti suka sekali dengan kucing. Suatu hari ia menemukan kucing kecil yang lucu….” Ibu, boleh pelihara kucing?” ibu belum mampu mengurus kucing sekarang, jadi ibu berkata, ” Yanti, kalau sudah bisa mengurus kucing sendiri, Yanti boleh pelihara kucing. ” . Yanti diam, tapi sepanjang jalan ia masih terus memikirkan kucing tersebut….

Manusia memiliki akal, nafsu dan hati. Akal digunakan untuk berfikir, mencoba menyelesaikan suatu permasalahan berdasar pengalaman dan ilmu, melihat kejadian di lapangan, mengumpulkan fakta, dll. Manusia juga memiliki keinginan keinginan dan kecenderungan kecenderungan yang sering disebut sebagai nafsu. Manusia memiliki rasa, dapat merasakan sedih, cemas, takut, dll bergantung dari keaadaan yang sedang berlangsung.

Jika nafsu kita tidak terdidik, kita akan menggunakan akal dan perasaan kita untuk membenarkan keinginan keinginan kita. Terjadilah pembenaran yang jauh dari kebenaran. (lihat cerita 1)

Jika perasaan kita tidak terdidik, kita akan berusaha mengendalikan keinginan keinginan berdasarkan alasan alasan yang diterima oleh akal kita, namun kita merasa sedih, tidak puas dan depresi. Terjadilah keterpaksaan, bukan ketulusan. (lihat cerita2)

Jika kita tidak dapat mengendalikan nafsu dan perasaan kita, kita akan sulit untuk menerima dan menerapkan kebenaran. Itulah sebabnya nafsu dan rasa perlu mendapatkan pendidikan. (lihat Buku Pendidikan Rapat Dengan Rohaniah Manusia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: