Ilmu dan Amalan

Sewaktu saya sekolah dulu, dosen saya pernah melihat seorang dosen muda yang memotret sambil berjongkok di tepi meja. Lalu dia berkomentar, “Kalau kamu sudah menguasai ilmu mekanika, tidak mungkin kamu akan berbuat seperti itu”. Waktu itu sang dosen muda terlihat agak tergesa gesa dan gayanya seperti paparazzi yang mengejar ngejar foto. Saya tidak tahu mengapa dia berbuat seperti itu, yang jelas, kalau dia tidak mengetahui ilmu mekanika, tidak mungkin dia dapat lulus dan menjadi dosen muda.

Cerita di atas menunjukkan bahwa terdapat batas antara mengetahui ilmu dan mengamalkan ilmu. Jika di sekolah atau di tempat lain kita mendapatkan pengetahuan, maka tempat kita berpraktek adalah dalam kehidupan kita sehari hari. Apa yang kita ketahui adn apa yang kita amalkan terkadang tidak sama. Contoh di atas adalah ilmu tentang mekanika, dan bagaimana menghayati mekanika dalam kehidupan sehari hari. Apakah kita sadar, banyak ilmu yang telah kita ketahui tapi kita tidak amalkan?

Ilmu mekanika mungkin tidak sering ditemui dalam kehidupan sehari hari sehingga kita tidak perlu kuatir jika kurang menguasainya. Ada ilmu lain yang lebih penting dan selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari hari yaitu ilmu agama.Ketika kita berhadapan dengan keluarga, kawan, ketika kita makan, mandi, memasak, ilmu agama tidak dapat diketepikan. Beruntunglah kita sebagai seorang muslim yang telah memiliki ajaran yang lengkap dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari hari sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari dan mencari mana yang benar, kita tinggal mengamalkannya. tapi betulkan kita sudah mengamalkannya? ternyata terdapat perbedaan yang besar antara mengetahui dan mengamalkan.

Mungkin itu pula sebabnya mengapa kita belajar agama, belajar budi pekerti, tapi tidak ada perubahan dalam diri kita. Saya masih ingat ketika sekolah dulu, pelajaran moral diberikan di kelas dan ujian diberikan dalam bentuk tulisan. Saya sebagai murid yang sedang ujian, cukup memberi jawaban yang meyakinkan atau memilih dari jawaban yang telah disediakan. Di sana banyak sekali hal yang hilang, seperti kondisi lapangan, tekanan tekanan yang terdapat di lapangan, pergulatan pergulatan dalam diri kita sendiri antara mengikut keinginan/ nafsu dan melakukan hal yang benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: