Januari 9, 2013

Kalau Kesenangan Menjadi Tujuan Hidup

Ketika masih kuliah dulu sering saya mendengar celoteh dari kawan kawan saya , katanya: dulu saya hidup dalam kesusahan, orang tua saya pun hidup dalam kesulitan ekonomi…. Tapi saya bercita cita kalau bisa, saya tidak ingin anak saya hidup dalam kesusahan seperti saya dan orang tua saya….dulu saya angkat topi terhadap cita cita besar calon ibu dan bapak kepada anak anaknya kelak…..suatu cita cita yang hampir sebagian orang tua inginkan adalah anak anaknya memiliki kebahagiaan yang lebih dari dirinya sendiri.

Tapi jika kita melihat sejarah, kita dapat melihat bahwa tokoh tokoh yang banyak membawa perubahan besar dalam masyarakat baik perubahan positif dan negatif tidak menjalani kehidupan mereka denagn kesenangan dan kemudahan saja….banyak penemu, atau tokoh politik dilahirkan dalam keadaan ekonomi yang lemah, tidak mendapatkan pendidikan yang tinggi atau bahkan disangka mengalami cacat mental… tapi ternyata mereka membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia….Jadi, kalau kita ingin mempersiapkan anak anak kita utnuk dapat memberi manfaat pada masyarakat, dia harus memiliki mental yang sehat dan kuat untuk menghadapi kesusahan dan kesenangan dalam hidupnya.

Sejarah juga menunjukkan orang orang yang memiliki kekuasaan besar dan tidak memiliki cita cita lain selain mempertahankan kekuasaan dan kesenangan dirinya pribadi cenderung merugikan masyarakat dan membawa kemunduran. Berbagai kebijakan yang dibuatnya tidak lain tidak bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhannya untuk hidup dalam keadaan senang tanpa memperdulikan orang orang di sekitarnya yang mengalami kesusahan akibat perbuatannya itu. Contoh paling klasik yang ada di zaman ini adalah kasus korupsi…..sebagian besar orang melakukan korupsi bukan karena dia memperhatikan keadaan orang lain ataupun masyarakat, tapi karena ia ingin memetik kesenangan untuk dirinya sendiri. Ini yang terjadi jika kesenangan menjadi tujuan dalam hidup, orang yang tidak mau susah dan tidak pernah mengalami kesulitan cenderung memiliki mental yang lemah ketika menghadapi kesulitan, dia juga cenderung hanya memikirkan kepentingan sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Memang tidak semuda berusaha mendapatkan kesenangan denagn cara cara yang kurang benar seperti korupsi, banyak juga yang mendapatkan kesenangan denagn cara cara yang benar, tapi kita dapat melihat banyak manusia yang setelah mendapatkan kesenangan dan kurang mendapatkan tantangan akan merasa bosan, jiwanya hampa…. Ibarat anak kecil yang mencoba menyelesaikan puzzle, ketika puzzle selesai dikerjakannya, ia merasa senang, tapi itu tidak berlangsung lama… jika ia betul betul suka bermain puzzle, ia akan mencari lagi bentuk puzzle lain untuk ia selesaikan…..kalaupun ia suka denan puzzle yang telah ia selesaikan, ia akan membongkarnya dan menyusung ulang, tapi itu tak akan berlangsung lama… karena ia membutuhkan tantangan baru…..

Iklan
Januari 5, 2013

Remaja Oh Remaja

Pada zaman ini, sedih rasanya melihat banyak remaja remaja yang membuang buang waktunya dengan sia sia. Padahal usia remaja adalah usia yang sangat berpotensi baik secara lahir dan batinnya. Di zaman Rasulullah, remaja remaja mendapatkan banyak peranan besar, kita bisa melihat banyak pemimpin perang di zaman itu yang masih berusia 20 tahunan, tapi sudah mampu memimpin dan meraih kemenangan dalam peperangan. Kita juga dapat melihat semangat remaja remaja ketika akan dilaksanakan peperangan, mereka berbondong bondong meminta agar dirinya diizinkan untuk berpartisipasi . Bahkan pemimpin jahiliyah yang cukup garang pun ( Abu Jahal) dikalahkan oleh remaja remaja dari kalangan anshor.
Jika situasi di zaman Rasulullah dulu berlaku di zaman ini apakah remaja remaja sekarang mampu berbuat seperti remaja di zaman Rasulullah? Bukannya pesimis… tapi mari kita lihat saja berita berita yang ada di Koran…. adakah remaja sekarang yang sudah mampu berbuat sesuatu untuk kemajuan masyarakat?? Yang banyak diberitakan di Koran itu adalah remaja yang terlibat narkoba, pergaulan bebas (jumlah remaja yang terlibat pergaulan bebas semakin meningkat setiap tahun), atau sekedar remaja yang banyak menghabiskan waktu dengan berbelanja dan bersenang senang di kafe…..Sungguh menyedihkan , usia yang seharusnya diisi dengan berbagai didikan dan pengajaran agar dapat meraih bebagai kesuksesan menjadi usia yang disia siakan dengan berbagai kesenangan yang melalaikan sehingga remaja kita banyak yang tidak mampu berbuat apa apa dan seolah olah masih berada pada usia di bawah umur…… (http://www.kabar24.com/index.php/tabrakan-anak-hatta-rajasa-dokter-jiwa-nyatakan-rasyid-trauma-psikologis/)

November 19, 2012

Mainan Apa Yang Sering Dimainkan Anak Anak

Setelah jumlah anak ada 5 dan mainan yang ada di rumah bertumpuk tumpuk, baru dapat dilihat sebenarnya mainan apa yang sering dimainkan di rumah dan apa yang kurang….Anak anak memang suka bermain dan pasti senang jika mendapatkan mainan baru… tapi mainan yang berasal dari memilih sendiri, dipilihkan orangtua atau hadiah ternyata tidak semuanya menjadi mainan favorit.. INi adalah daftar mainan di rumah yang sering dimainkan oleh anak usia 2-5 tahun…. untuk yang lebih besar dari itu kegiatan dan permainan bisa dilakukan dengan lebih serius seperti ketika belajar atau mengerjakan hobi dan kerajinan tangan.
Mainan yang masih disukai:
Puzzle kayu bentuk geometri
Jig saw puzzle kayu dan kertas
Bola berbagaki ukuran, lebih disukai yang besar dan berbagai bahan (bola tenis, ping png, bekel, dll
Kelereng (Diatas 3 tahun tentunya)
Berbagai kerajinan dari kertas dan paper craft (disukai ketika membuat, tidak disukai ketika disuruh menyimpan atau merapikan)
Mobil sederhana tanpa batre (beroda, cukup tahan banting )
Puzzle kotak eva mat untuk bermain rumah rumahan
Boneka kain (tidak selama puzzle memainkannya dan sering berantakan sehingga diamankan di tempat penyimpanan)

April 20, 2012

Betulkah Anak-Anak Sudah Terdidik di Sekolah??

Salah pertanyaan klasik yang sering diajukan orang dewasa ketika bertemu denagn anak adalah: “Sekolah di mana?? kelas berapa? dapat rangking berapa di sekolah?? waaahh, pintar ya”……….Sekolah dan rangking menjadi salah satu tanda keberhasilan anak dalam pendidikan. Apalagi kalau dapat rangking, orang tua juga sering mendapat pujian karena keberhasilan anaknya mendapatkan prestasi. Tapi betulkah pendidikan di sekolah sudah cukup?

Pernahkah kita berfikir bahwa bekal seorang anak untuk berjuang dalam kehidupannya, sebenarnya bukan hanya kepandaian dan ilmu akademik semata, masih banayk ilmu lain yang perlu dikuasainya. Kita juga bisa belajar dari tokoh tokoh penting bahwa banyak hal yang perlu dikuasai utuk mencapai keberhasilan dan kemenangan. Banyak tokoh yang meraih kesuksesan bukan karena dia memiliki kepandaian yang luar biasa atau memiliki prestasi luar biasa di sekolah tapi justru karena kesabaran dan kegigihannya dalam berkarya dan menyelesaikan masalah contohnya di artikel ini: http://theposkamling.com/6-orang-tidak-sekolah-yang-merevolusi-ilmu-pengetahuan-modern/. Tokoh tokoh dalam Islam memiliki jalan yang lebih unik lagi, selain memiliki kesabaran dan kegigihan dalam mencapai tujuan, tokoh tokoh dalam Islam memiliki hubunagn yang kuat dengan Allah dan Rasulullah. Gabungan antara didikan lahiriah dan rohaniah ini menghasilkan pribadi yang luar biasa dengan hasil karya yang luar biasa juga ..(silahkan google tentang Sultan Al Fateh atau Sallahuddin Al Ayubi)

Apa saja sebenarnya yang diperlukan seorang anak sebagai bekalnya kelak utnuk mencapai keselamatan di dunia dan di akhirat selain ilmu akademik di sekolah?

April 20, 2012

Belajar di Sekolah 6 Jam, Sisanya Belajar di Mana??

Kalau belajar di sekolah bisa menghabiskan waktu 6 sampai 9 jam (untuk full day school), sementara waktu untuk seorang anak dihabiskan selama 24 jam, jadi sisa waktu ini dipakai untuk apa? Beberapa mungkin berpendapat cukuplah belajar itu di sekolah saja ketika ia pulang waktunya untuk beristirahat dan mengerjakan hal hal lainnya.

Jika kita membuat daftar aktivitas anak anak atau orang dewasa, selain kegiatan yang bersifat akademik seperti menghitung, membaca, menulis dan menerapkan ilmu ilmu alam dan sosial, kita juga memiliki aktivitas lain seperti bergaul, encari hiburan, makan minum, dll. jadi selain ilmu akademik, seorang anak membutuhkan ilmu ilmu lain dalam kehidupannnya seperti ilmu tentang kesehatan, ilmu menata rumah, ilmu sanitasi, ilmu bergaul deagn orang lain, ilmu beradab denagn orang tua dan guru, ilmu tentang binatang, ilmu makanan, dll.

Pernahkah kita berfikir bahwa ilmu ilmu ini bisa jadi lebih sering dipakai daripada ilmu ilmu akademik. Jika ilmu ini tidak diberikan pada anak dia akan berusaha mencari sendiri ilmu ilmu tersebut dari berbagai sumber yang mungkin layak atau tidak layak dijadikan contoh. Misalnya, ia tidak tahu bagaimana cara bergaul yang baik denagn kawannya, jadi ia belajar denagn meniru kakaknya, sepupunya atau tetangganya. Ia tidak tahu cara beradab denagn orang tua, jadi ia belajar deangn curhat bersama kawannya, ia tak tahu bagaimana seharusnya bergaul denagn kawan lawan jenisnya, jadi ia belajar lewat sinetron yang ditontonnya, ia tak tahu bagaimana cara berpakaian yang betul, maka ia belajar lewat majalah kesukaannya…..

April 20, 2012

Konsep Pendidikan Seks Islam Untuk Anak

Kejayaan islam untuk kedua kalinya akan berada di tangan anak anak kita, oleh sebab itu kita perlu bersungguh sungguh mendidik mereka agar dapat berperan menjayakan kembali kehidupan Islam. Apa yang harus diberikan pada anak anak tentang pendidikan seks? ada beberapa poin yang dapat menjadi pertimbangan sebelum kita mulai memberikan pendidikan tentangs seks pada anak anak antara lain:

  • Ilmu tentang seks telah dijelaskan dalam Islam denagn sejelas jelasnya dan denagn bahasa yang halus dari Rasulullah SAW.
  • Ilmu tentang seks secara detail banyak diberikan oleh Rasulullah pada Para Sahabat yang telah cukup umur. beberapa di antaranya diberikan untuk menjawab pertanyaan dari sahabat seputar peristiwa yang dialami dalam rumah tangganya.
  • Anak anak di zaman Rasulullah hidup dalam suasana damai karena berada di dekat Rasulullah SAW, mereka juga memiliki banyak kegiatan seperti permainan, olahraga atau latihan perang.
  • Ilmu dalam Islam ditekankan pada segi pemahanan lalu pengamalan dan penghayatan sehingga harus diberikan dalam konteks waktu yang tepat.

Berdasar pertimbangan di atas saya membagi materi pendidikan seks pada anak pada 2 fase yaitu fase sebelum menikah dan fase persiapan serta sesudah menikah. Fase sebelum menikah bisa disesuaikan lagi denagn umur anak anak apakah sudah mumaiyiz, mendekati aqil baligh, sudah aqil baligh.

Uraian di bawah ini adalah pendidikan Islam yang sebaiknya diberikan pada anak anak usia mumayyiz sampai pra aqil baligh.

Dalam Islam pendidikan tentang sesuatu sangat berhubungan dengan pendidikan sesuatu lainnya dan semua pendidikan selalu dihubungan dengan tauhid. Oleh sebab itu prioritas pertama dalam menjelaskan pendidikan seks islam adalah Pendidikan tentang Tauhid, terutama tentang keberadaan Allah yang selalu mengawasi kita di mana saja dan kapan saja.

Pendidikan seks islam juga berhubungan denagn pendidikan tentang berkeluarga, tentu saja, dalam Islam, seks diatur dalam syariat dan berada dalam salah satu cita cita membina keluarga Islam yang tangguh. Jadi seks berhubungan dengan tanggung jawab dan masing masing peran laki laki dan perempuan dalam berkeluarga.

Dari topik pendidikan seks sendiri yang perlu ditekankan pada anak adalah seks yang melanggar syariat Allah akan menerima hukuman baik di dunia (mendapat keturunan yang sulit untuk dididik, pelaku seks haram juga akan sulit utnuk dididik menuju Allah, mendapat kecaman dari berbagai pihak dan kesulitan lain karena belum memiliki ilmu dan kemampuan utnuk berkeluarga) apalagi di akhirat. Banyak cerita yang dapat menjadi tauladan pada anak tentang pendidikan seks seperti cerita Nabi Yusuf atau cerita di zaman tabit tabiin yang awalnya diberi ujian yang berat oleh Allah, tapi karena takut dengan Allah tidak melakukan perbuatan seks haram.

Pendidikan seks juga sebetulnya dikenalkan ketika kita mengajarkan cara hidup sehari hari pada anak seperti , cara berpakaian, adab mengetuk kamar orang tua, muhrim dan syariat bergaul dengan muhrim dan bukan muhrim, dll.

April 28, 2011

Toilet Training

Toilet training adalah salah satu masa sulit yang harus dilewati pada anak. Belum ada patokan yang jelas untuk mendidik anak agar mau buang air ke kamar mandi dan melepaskan popoknya dengan sukarela. Ada yang melakukannya pada usia 2 tahun, 3 tahun, dll. Jika anak dan ibu sudah siap, toilet training perlu segera dilakukan. Ini adalah salah satu pendidikan yang penting, mengajarkan pada anak tentang kebersihan dan kesehatan. Beberapa tips agar anak lebih mudah menjalani toilet training:
1. Doa dan kesabaran ibu agar diberikan fisik dan mental yang kuat dalam menghadapi tingkah laku anak yang ajaib di masa ini.
2. Suasana yang tenang , tidak emosional agar anak tidak stress dalam melakukan toilet training
3. Kesiapan anak dalam menghadapi toilet training. Umumnya anak perempuan memiliki kemampuan untuk belajar toilet training lebih cepat secara fisik dibandingkan anak laki laki. Anak yang suka denagn kebersihan lebih mudah. (Didikan tentang kebersihan sebaiknya dilakukan sejak lahir misalnya denagn mengganti popok anak yang sudah basah secepatnya, menjaga kebersihan dan kebaikan makan minum anak, disiplin waktu mandi, dll).
4. Disiplinkan jadwal ke kamar mandi pada anak per beberapa jam sekali… tapi jangan terlalu ketat agar anak tidak stress. Atur juga pola makan dan minum anak serta jadwal makan minum anak. Kemungkinan anak untuk buang air llebih besar ketika sudah makan, minum, mau tidur ataupun bangun tidur.
5. Amati tingkah laku anak, anak yang ingin ke kamar mandi biasanya menunjukkan tingkah laku yang khas seperti memegang celana, berjalan ke dekat kamar mandi, diam tiba tiba, dll.
6. Beri reward pada anak yang berhasil buang air di kamar mandi
7. Selalu latih verbal anak agar dia terbiasa memberi tahu jika ingin buang air.
8. jangan pernah panik, ini akan menambah stress pada anak
9. Selalu siapkan alat alat pembersih di dalam ruangan agar segala kotoran yang dikeluarkan pada anak cepat dibersihkan dan tidak menyebar ke dalam rumah.
10. Periksa kondisi lahiriah anak, ada anak yang memang memiliki kesuliatan untuk mengendalikan kandung kemihnya. Lakukan pijat sederhana, pilihlah makanan yang sehat, dll.

April 28, 2011

Menghindari Tantrum pada Toddler

Usia 2 tahun memang banyak cerita… dibutuhkan energi tambahan bagi seorang pengasuh untuk membesarkan anak di usia 2 tahun….Tantrum dan tingkah laku tidak terkendali adalah hal yang sering dijumpai pada anak usia 2 tahun dan itu termasuk normal menurut psikologi perkembangan anak…. Jika sudah terjadi hadapi saja… yang penting jaga agar suasana tetap nyaman aman dan terkendali….pengasuh tidak boleh terpengaruh oleh suasana seperti ini dan terbawa emosi karena hal itu akan berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Lebih nyaman lagi jika tantrum dapat dihindari sebelum terjadi….
Mungkin tips di bawah ini dapat digunakan untuk menghindari tantrum:
1. Periksa kebutuhan dasar anak seperti makan minum, istirahat dan bermain. Jika kebutuhan ini belum cukup anak bisa menjadi usil atau mudah marah.
2. Hindari suasana yang dapat memancing keributan seperti kakak yang sedang bad mood, mainan yang terlalu sulit untuk dimainkan, suasana yang kurang nyaman bagi anak, suasana asing, dll.
3. Periksa seluruh rumah, lindungi anak dari benda benda berbahaya, sembunyikan atau pisahkan anak dari benda benda menarik tapi berbahaya untuknya seperti obat obatan, kosmetik, benda tajam, benda elektronik, dll.
4. jaga agar suasana rumah tetap nyaman, penuhi rumah denagn kegiatan bermanfaat, pilihlah hiburan yang tepat dan menenangkan hati seperti memilih nasyid yang mendekatkan diri pada Tuhan, membaca Alquran, tahlil, dll.
5. jaga kebersihan dan kerapihan rumah agar selalu ada malaikat yang mendoakan di dalam rumah.

April 20, 2011

Cerita Anak: Belajar tentang rasa

Sambil makan sambil belajar….

Ibu: “Garam rasanya…..”

Anak 2 tahun: “Asiin”….

Ibu: “Gula rasanya….”

Anak : “enaaaak….”……

April 19, 2011

Allah Maha Menghidupkan

Cerita zaman dulu setelah belajar tentang Asma’ul Husna….

Kakak, kemana sandal adik yang berwarna hijau?” tanya ibu… “Dia gak mau pake lagi bu…soalnya sandal itu kan ada gambar dinosaurusnya… dia takut dinosaurusnya hidup lagi… kan Allah Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan segala sesuatu….”….hmmmm