Tulisan yang mempunyai pengait kata ‘capung jarum’

Februari 6, 2008

Memelihara Undur-undur

Yanti dan Kiyah menemukan lubang lubang kecil di teras depan rumah…. “itu adalah sarang undur undur” kata Eyang. Mereka senang sekali. “Eyang, mau lihat undur undur… bagaimana menangkapnya?” Eyangnya pun bercerita tentang undur undur.. ‘lucu sekali ya’.. Yanti sibuk bertanya dengan Eyangnya sementara Kiyah berusaha mengangkap undur undur dari sarang. “makannya apa, eenya bagaimana, anaknya seperti apa? “ banyak sekali pertanyaan dari Yanti yang waktu itu berumur 5 tahun… Yuuk kita baca cerita undur undur…- lihat ke www.antlionpit.com Di buku Alam Sekitar Kita Hans Jugenpress juga ada…

Memelihara undur-undur

Jadilah sebuah sarang berisi undur undur… Yanti memiliki 4 sarang, Kiyah 3 sarang. “Kapan ya berubah jadi capung jarum???”seperti apa capung jarum itu? ‘ hampir setiap hari Yanti berkomentar….

Akhirnya mereka mulai bosan. “Yanti, ini undur undurnya belum dikasih makan ya???”ujar tante Nur….’Iya iya… nanti Yanti ambilin semut di perangkap semut”….”Kasihan undur undurnya..nanti mereka kelaparan” ujar tante Nur… “Kiyah juga mau ambil semut…” “eh hati hati, jangan sampai semutnya mati. Ambilnya pelan pelan ya….” kata si kakak.

“Yanti, baru punya undur undur sudah lupa memberi makan… padahal Allah gak pernah lupa memberi makan makhluk ciptaanNya…dari yang paling besar sampai yang paling kecil…..” “Sampai ke semut dan kutu kutu, bu?” “Iya, sampai ke kutu kutu yang ada di seluruh tempat di bumi….”

Akhirnya hari yang ditunggu tunggu tiba… “Hei lihat, ada capung jarum… itu dari undur undur punya Yanti atau Kiyah ya???”…. Mari kita lihat sarang undur undur yang sudah berkurang yang mana yaaa…..

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.