Pendidikan Akhlaq Bukan Basa Basi
November 7, 2008
Sampai saat ini saya belum menemukan ada institusi pendidikan yang betul betul serius mendidik akhlaq muridnya. (kalau ada yang sudah menemukannya, silahkan kabari saya ya). Biasanya bintang penghargaan jatuh pada anak anak yang cerdas, berprestasi atau anak yang kreatif… tidak ada yang bertanya tanya bagaimana akhlaq anak tersebut dalam kehidupan sehari hari…. bagaimana ia berkasih sayang pada adiknya, bagaimana ia hormat pada orang tua dan gurunya, apakah ia anak yang suka menolong, pemurah, dll. Mungkin mudah saja menyuruh anak untuk berbuat baik selama anak itu dalam pengawasan kita, tapi apakah kita yakin ia akan melakukan hal yang serupa jika kita tidak ada?
Sebagai orang tua, tanggung jawab mendidik anak bukan untuk memastikan apakah ia nanti akan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak kelak, tapi juga untuk menyelamatkan kehidupannya di akhirat nanti. Anak yang berprestasi dan kreatif belum tentu terjamin kehidupannya di akhirat, masih banyak proses yang harus dilalui sampai ia betul betul mendapatkan tempat yang baik disisi Allah Swt. Jika ia betul betul cinta kepada Allah Swt, maka ia akan berbuat apa saja untuk Allah dan hal ini akan tercermin dalam akhlaqnya sehari hari.
Anak yang terdidik rohaninya, tidak akan terpengaruh oleh lingkungannya. Baik dalam kondisi yang menyenangkan baginya ataupun tidak , ia akan tetap berakhlaq, karena ia melakukan hal tersebut untuk Allah, bukan untuk bapak ibunya, bukan karena takut, bukan karena ingin pujian, dll.
test live writer
Oktober 28, 2008
test live writer test live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writer
test live writer saja test live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writertest live writer
Didikan Puasa Untuk Anak
September 10, 2008
Bulan puasa memang berbeda dari bulan lainnya. Setidak-tidaknya itu yang dapat dilihat secara lahiriah oleh anak-anak kita. Kalau tadinya ada acara makan siang bersama, maka di bulan puasa semua orang dewasa yang dilihatnya di rumah hampir tidak ada yang makan. Kalau biasanya habis shalat Isya, ada yang membereskan rumah, cuci piring, atau menemani anak anak tidur, maka di bulan puasa sehabis shalat Isya ada yang melakukan shalat tarawih di mesjid ataupun di rumah. Kalau biasanya jam 3 pagi masih sepi sekarang sudah banyak keributan duk duk duk dari mesjid membangunkan orang orang untuk sahur…. meriah sekali, walaupun kita tidak bercerita apa apa tentang puasa, di negeri Indonesia yang sebagian besar beragama Islam ini akan terasa bedanya……
Dari suasana yang berbeda ini kita dapat bercerita pada anak betapa Allah memberikan banyak hadiah dan kasih sayang di bulan Ramadhan. Kenapa tidak…. pada bulan ini orang orang diberi pelajaran untuk mengendalikan hawa nafsunya secara rutin…. dengan bantuan dari Allah pada bulan ini pula setan setan dibelenggu sehingga (seharusnya
) menahan nafsu menjadi lebih mudah…. manusia juga diberikan hadiah berlipat lipat ganda atas amal yang dibuatnya lebih dari hari biasa sehingga banyak yang berlomba lomba melakukan amalan seperti tadarus, shalat sunat, bersedekah dan lain lain….Pada bulan Ramadhan pula banyak terjadi peristiwa peristiwa besar ( misalnya turunnya wahyu pertama untuk Rasulullah di gua Hira) dan kemenangan kemenangan yang diberikan pada orang Islam seperti kemenangan di perang Badar…..
Dari banyaknya hadiah yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan, semoga anak anak kita menyadari betapa besar kasih sayang Allah pada manusia dan juga merasakan betapa nyamannya dan indahnya suasana di bulan Ramadhan. Semoga ketika ia besar kelak ia tidak akan pernah menyia nyiakan kesempatan yang Allah berikan di bulan Ramadhan ini.
Obrolan Ketika Puasa
September 9, 2008
Bulan Ramadhan pada tahun lalu Yanti berkata” Bu, kan di bulan puasa setan setan dibelenggu, tapi kok…..”
“Kenapa? Masih ada yang nakal? Masih ada yang suka main petasan? “…. Ibu menyambung. “ Iya, kan udah gak ada yang ganggu… tapi kenapa ya masih belum bisa baik dan enak juga…”…
“Karena yang diiket itu baru setan aja…. kalau yang lain belum di atur, ya bisa juga kalah dan nakal”… “Apa sih yang benda lain yang belum diiket sehingga kita masih bisa nakal?”… “ Benda itu bernama nafsu…. Nafsu itu ada dalam setiap manusia…. kalau itu tidak diatur, gak ada setan pun percuma, kita masih bisa jadi jahat. ”.. “ Gimana cara ngiket nafsu bu??”… “wah susah… dia itu gak kelihatan… kalau setan juga gak kelihatan, tapi dia ada di luar diri kita… dengan kasih sayang Allah, setan gak bisa ganggu kita di bulan puasa….” Jadi kita harus ngiket diri kita sendiri ya? Sakit dong… ngiketnya pake apa bu???”…….
“Yah bukan diiket pake tali atau benda benda yang kelihatan…. Nafsu itu juga gak bisa dimatikan… kalau dimatikan, manusia sendiri bisa mati…. tapi dia bisa diarahkan, dididik…. sebaiknya dari kecil dia harus dilatih supaya gak jadi besar dan nakal… supaya ikut dengan apa yang Tuhan suka….”.
Mengasuh Anak umur 2, 4 dan 7 Tahun
Juli 16, 2008
Anak anak memang…..hhh biasa lah, sepertinya kalau anak umur 7 tahun, 4 tahun dan 2 tahun dikumpulkan tanpa ada kegiatan yang jelas lalu ditinggalkan begitu saja… wah wah langsung bubar jalan
) Di rumah, masing masing membawa gayanya sendiri sendiri… Kiyah, 4 tahun, dia lebih suka memilih permainannya sendiri daripada diarahkan…. kalau Yanti 7 tahun lain lagi, dia juga bisa main sendiri, tapi dia lebih suka bermain denagn Kiyah bersama sama, atau kadang dengan gaya ‘kaka yang lebih senior
‘ dia memberikan ide ide yang dia rasa lebih cemerlang terhadap apa yang dikerjakan oleh Kiyah…belum lagi kalau apa yang dilakukan oleh Kiyah tidak sesuai denagn aturan…. (Kiyah lebih suka melakukan sesuatu yang sama sekali lain dari apa yang biasa dilakukan orang, sementara Yanti sangat teratur dan sistematis) tentu saja ini terkadang menimbulkan gesekan gesekan….
Nurul, 2 tahun, dia juga masih suka bereksplorasi, jadi dia sangat tertarik denagn apa yang dilakukan oleh Kaka Kiyah, sayangnya dia tidak selalu dilibatkan dalam permainan si Kaka Kiyah…ini juga berakhir dengan keributan…
Biasanya kaka Yanti mulai menerima dan mengerti jika diberi pengarahan, cuma jika ini dilakukan dalam keadaan yang sedang memanas.. tak ada gunanya, lebih baik mulai mengarahkan ketika bentrokan belum terjadi daripada nasi sudah menjadi bubur…:) jadi ibu mulai menjadi ‘wasit’ ketika kegiatan mulai mengarah pada bentrokan bentrokan….
Sementara Nurul memang belum bisa di beri pengertian dengan kata kata, apalagi biasanya yang namanya nasehat itu terdiri kata kata yang abstrak, bukan benda yang langsung terlihat…. (maklum, usia 2 tahun belum terlalu mengenal perbendaharaaan abstrak, mereka masih suka denagn hal hal yang bisa dilihat saja)….jadi memang antara Nurul dan kaka kakanya harus langsung dipisahkan.
Ketika sedang membuat ornamen ornamen Islamic bersama sama (didapat dari e book Islamic Art dan Geometric Design) , Kaka Yanti membuat elemen segi 8 yang dihias dengan bunga dan bentuk floral lain…. sementara Kiyah yang dibantu si Kaka Yanti membuat segi 8, menyelesaikannya dengan menggambar orang sedang memancing ikan dengan pola yang berulang….melihat hal tersebut, Nurul langsung tertarik deangn kedua kaka nya dan ingin ikut bermain bersama sama (masalahnya di sana ada jangka, cukup riskan untuk anak umur 2 tahun)…. akhirnya Nurul dipisah dari kumpulan..
Kaka Yanti, melihat gambar Kiyah, langsung mendapatkan ide bagus… lalu dia membujuk bujuk adiknya, “eh Kaka bisa bikin gambar Kiyah lebih bagus lagi… mau gak digambarin sama Kaka?”…. Di sini, ibu yang mulai melebarkan mata serta memanjangkan kuping…:))
Alhamdulillah waktu itu Kiyah sedang dalam mood yang baik, jadi ia mengizinkan kakaknya…. jadi apakah yang Yanti gambar?? kaka yanti menggambar dirinya sedang memancing ikan yang paling besar, yang ada disebelah kumpulan orang orang yang sedang memancing… ada ada saja…
Yang jarang ditemukan di sekolah sekolah biasa adalah belajar memecahkan masalah… Anak anak memang dilatih untuk berhitung, menulis, musik, dll… tapi anak anak tidak pernah dilatih utnuk belajar memecahkan masalah yang dialaminya sehari hari. Itu sebabnya ketika imbul masalah, banyak anak dan orang tua yang bingung mencari panduan, akhirnya anak anak mencoba menyelesaikan masalahnya dengan cara trial dan error, tanpa panduan yang jelas.. kadang ada yang merujuk pada kawannya, pada orang terkenal seperti, artis, dll.
Kalau kita ingin membesarkan anak anak denagn cara Islam, maka anak anak juga perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah dengan cara Islam seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasul, Sahabat, Salafussoleh, tabit tabiin, wali wali dan orang orang bertaqwa…. semoga denagn cara ini anak anak akan terbiasa memecahkan masalah dengan cara Islam.
Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama
Juli 8, 2008
Yanti, si anak berumur 7 tahun sekarang semakin banyak bertanya-tanya. Semua ditanyakan, seperti "Kenapa nanti di hari kiamat malaikat Isrofil yang meniup terompet untuk membangkitkan orang mati", "Kenapa Rasulullah diumpamakan sebagai bulan sementara sahabat adalah bintang bintang di langit padahal kan bintang itu sinarnya lebih terang daripada bulan", "Kenapa ibu kadang sholat kadang tidak", "Kenapa rambut harus disisir setiap hari", dan banyak lagi kenapa, apa , bagaimana, dll. Kalau dulu cuma Yanti saja yang bertanya tanya, sekarang Kiyah yang 4 tahun pun sudah mulai cerewet dengan pertanyaan-pertanyaan, kadang Yanti dengan jiwa kakaknya yang sok tahu berusaha memberi penjelasan pada adiknya, kalau belum puas, tetap bertanya dengan ibu.
Ilmu agama dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang sangat berbeda. Ilmu agama bersandar kepada sesuatu yang sudah pasti yang disampaikan oleh Tuhan, melalui Nabi dan Rasulnya. Sikap kita ketika menerima ilmu agama ini, baik yang bersifat tauhid, syariat dan tasawuf adalah ketaatan, semoga dengan ini Allah berikan rahmat dan kasih sayangNya. Hal ini juga dicontohkan oleh para Sahabat ketika menerima wahyu yang disampaikan Rasulullah. Misalnya, Sayidina Umar bin Khatab langsung melempar minuman keras ketika larangan khamar disampaikan Rasul, atau wanita dari kaum Anshor yang langsung memotong kain kain untuk membuat kerudung ketika perintah menutup aurat dengan kerudung bagi wanita diturunkan. Segala perbuatan ini menunjukkan keyakinan yang besar kepada Tuhan dan kepada Rasul sebagai penyampai wahyu.
Berbeda dengann ilmu pengetahuan alam. Ilmu pengetahuan alam (sains) yang kita kenal sekarang ini sebenarnya adalah ilmu yang disandarkan kepada adat kebiasaan di alam. Kebenaran ilmu Ilmu pengetahuan ini sifatnya sementara, yaitu teori yang ada adalah teori yang disepakati bersama, sampai nanti ditemukan teori baru yang lebih benar. Jadi dalam ilmu pengetahuan alam ini tidak akan ada kebenaran mutlak.
Ketika kita berbicara tentang suatu benda, kita berbicara tentang sesuatu yang kita belum ketahui perilakunya, atau sunatullah dari benda tersebut seperti perilaku benda cair, padat, perilaku angin, api, dll. Kalau Nabi dan Rasul mendapat bimbingan dalam berbagai hal dari Allah (misalnya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kaa bah denagn petunjuk dari Allah, atau Nabi Nuh membuat kapal dan mengetahui kapan harus naik dalam kapal tersebut, Nabi Idris menguasai teknologi membuat kain, Nabi Daud dan ketapelnya, dll) kita sebagai manusia biasa, perlu mencari tahu, melihat, mencontoh dan belajar, tentunya dalam proses belajar ini Allah juga yang memberikan ilmu pada manusia (Misalnya anak Adam pertama kali tahu cara menguburkan mayat ketika melihat burung Nazar yang menguburkan bangkai mangsanya).
Jadi cara belajar ilmu agama dan ilmu ilmu fisik dan matematika tidak dapat disamakan, ilmu Agama landasannya keyakinan dengan sumber yang sangat diyakini kebenarannya, sementara ilmu fisik landasannya adalah data yang didapat dari kondisi fisik berdasar pengamatan dan percobaan. Dalam ilmu fisik dibutuhkan asumsi asumsi dan batasan untuk mendapatkan teori tentang perilaku benda benda fisik. Ilmu ini nantinya akan berkembang menjadi ilmu terapan atau ilmu engineering yang dapat memberikan kemudahan pada manusia ketika beraktivitas. Misalnya teori tentang gravitasi, berguna untuk ilmu ilmu statika bangunan, ilmu fisika Quantum dapat dimanfaatkan utnuk teknik elektro, dll.
Ilmu Agama tidak perlu dipertanyakan kembali, cukup dipahami dan diyakini, Insya Allah akan menjadi bekal di akhirat nanti. lmu ini setiap orang harus menguasainya dan menerapkannya dalam kehidupan sejak kecil akil baligh sampai ke liang lahat. Pengembangan dari ilmu Agama antara lain adalah ilmu fiqih, tafsir, dll yang tetap berada dalam sumber yang sama yaitu berasal dari Tuhan. Terkadang ilmu ilmu fisik juga memperkuat apa apa yang telah disampaikan dalam AlQuran, dan ini berguna untuk menambah keyakinan kita kepada Tuhan.
Untuk anak anak yang perlu disuburkan tentang agama adalah masalah keyakinan. Sementara untuk ilmu pengetahuan, perlu dibangkitkan semangat untuk mengamati, bereksperimen, dokumentasi, dll.
Memberi contoh
Juni 16, 2008
Kita semua mungkin sudah tahu kalau anak anak cepat mendapat pelajaran dari apa yang dilihat dan dirasakannya. Hal ini sangat ditekankan oleh guru saya, Abuya dalam pokok bahasan Pendidikan. Jika ingin memberi pengajaran pada orang lain, baiki diri kita sendiri, jadikan kita contoh yang baik.
Contoh bukan cuma dilakukan ketika sedang belajar, tapi dalam seluruh kehidupan kita. Ketika kita memandikan anak anak, sebenarnya kita sedang mengajarkan tentang kebersihan, nikmatnya ketika tubuh disiram air, juga mengingatkan diri kita bahwa Allah mencintai segala sesuatu yang bersih, malaikat suka dengan kebersihan dan wewangian. Ketika sedang merapikan kamar, kita langsung menularkan rasa bahwa berantakan, semrawut itu tidak enak, membuat jadi malas, bahkan malaikat pun tidak sudi datang ke tempat yang berantakan. Ketika kita makan, kita mmeberi contoh bahwa sebaik baik makanan adalah makanan yang halal, kita juga perlu bersyukur atas makanan beraneka rasa yang diberikan oleh Tuhan, kita perlu menghargai makanan yang telah Tuhan berikan kepada kita, kalau boleh apapun yang T uhan berikan, kita bersyukur. Kita kenalkan berbagai rasa makanan agar anak anak tidak hanya suka dengan jenis makanan tertentu saja, dll. Begitu juga dengan ibadah, kita tekankan kalau ibadah adalah sesuatu yang penting….
Belajar dari Doa Taubat Nabi Yunus
Mei 29, 2008
QS Al Anbiya: 87
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang orang yang zalim. ‘”
Di sela sela kantuk sebelum tidur siang, ibu berbincang bincang dengan Yanti (7 tahun)… Belajar apa hari ini ya? Anak anak terlihat sedang butuh hiburan, jadi silahkan menyingkir dulu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Matematika.. mari kita berhibur. Semoga Guru ku memberi panduan dalam perbincangan ini…..
“Yanti heran nggak, kenapa sih sampai Nabi Yunus bertaubat di dalam perut ikan paus, memangnya dia salah apa?”
Ada beberapa jawaban dari si anak, tapi semuanya kurang memuaskan……
Akhirnya Yanti berkata, “Nggak tahu Bu.. tapi kalau di film Ikan Nun (kisah Nabi Yunus), setelah keluar dari perut Ikan Paus itu Nabi Yunus makan labu di pulau, terus begitu ketemu dengan kaumnya, semua kaumnya mendadak jadi baik, banyak bangunan yang bagus bagus, semuanya jadi senang, padahal Nabi Yunusnya nggak ngapa ngapain.
“Begitulah hebatnya seorang Nabi…. Nabi Yunus itu merasa berdosa karena banyak dari kaumnya yang belum paham paham juga dan belum mau juga tunduk kepada Allah….”
Yanti berkomentar, “Kok bisa, ya, padahal Nabi Yunus kan sudah mengingatkan kaumnya berkali kali, jadi dia nggak salah, kan Bu? Kalau dia salah, nggak mungkin dia jadi Nabi kan?!!”
“Kita nggak bisa memberi nilai benar atau salah pada Nabi karena apa yang kita fikirkan dan apa yang kita rasakan tidak sama denagn apa yang Nabi Yunus rasa dan fikirkan terhadap Tuhan. Seorang nabi memiliki rasa berTuhan yang jauh lebih besar dibandingkan manusia biasa…..” hmmm ngerti nggak ya, anak ini??? Baru 7 tahun kan Bu…..
“Tapi Bu, setelah Nabi Yunus bertaubat, semuanya jadi berubah baik yaaa….”……Yanti menambahkan.
“Betul, coba kenapa kaumnya berubah jadi baik? Siapa yang mengubah hati kaumnya itu? Jawabnya tentu saja Allah”…. Si Ibu kembali ceria dan nggak ngantuk lagi….”Jadi kalau kita menghadapi suatu masalah dan masalah itu nggak selesai selesai, jangan cepat cepat menyalahkan orang lain sebagai penutup masalah kita….Untuk orang bertaqwa, Allah akan bantu menyelesaikan masalahnya, itu mudah saja bagi Allah. Kalau sampai Allah tidak membantu kita, berarti kita belum layak dibantu, berarti kita masih banyak dosa, berarti kita masih harus terus bertaubat dan memperbaiki diri kita sendiri…. Jangan salahkan orang lain. Yang menjadikan orang orang begitu, itu Allah juga, sebagai pelajaran untuk kita….”….udah tidur belum ya, si Yanti…..? rupanya masih bangun. Coba berikan lewat contoh.
“Misalnya, Yanti suka tegur Kiyah kan, kalau Kiyah belum cuci tangan, atau ambil mainan Yanti belum izin, dll…..Terus si Kiyah, nurut nggak?”… “Kadang nurut, kadang nggak.. tapi banyaknya enggak sih…..”
“Kalau Kiyah nggak nurut, Yanti ngapain, marah?”……si Yanti diam….
“Nah, kalau mau ikut jalannya Nabi dan Rasul serta orang bertaqwa, Yanti harus banyak bertaubat dan memperbaiki diri… kalau Yanti marah, Tuhan nggak akan mau bikin Kiyah nurut sama Yanti karena Allah nggak suka sama orang yang marah…. Lihat saja Rasulullah. Rasulullah nggak pernah marah walaupun Rasul disakiti oleh orang kafir Quraisy… malah Rasul mendoakan yang baik untuk mereka dan keturunannya…..Kalau Yanti buat seperti itu Insya Allah, Kiyah akan Allah buat jadi baik… Yanti pun jadi disayang oleh Allah…. Begitu caranya orang bertaqwa bisa mendapat banyak kemenangan…..Coba yuk sekarang ngaji QS An Nashr….”….
Begitulah cerita di siang hari ini….semoga apa yang kuceritakan pada anakku tidak salah… semoga Guruku memberkatinya, semoga Allah meredhoinya, Amiin.
Ghaib Dalam Pendidikan
Mei 4, 2008
Ini sebetulnya hanya komentar saya karena terlalu asyik membaca topik anak indigo hasil surfing di Google. Di dunia barat sendiri sepertinya ada 2 kubu, yaitu kubu yang semangat tentang masalah masalah metafisis- ada yang sampai menjelajah ke kitab kuno orang aztec, membuat berbagai teori tentang kematian, ada juga yang skeptic- semua harus dijelaskan secara ilmiah. (maksudnya secara scientific). Kalau di Indonesia, masalah masalah ghoib dan mistik sih, sudah biasa, kita punya kuda lumping, tari ronggeng, peramal dari kelas amatiran sampai yang ‘branded’.
Kayaknya (ini spekulatif lho, jangan langsung diikutin yak), dunia barat pasang bendera putih kalau sudah menyangkut masalah ghoib dan mistik. Sampai sekarang saya belum menemukan paper atau teori yang dapat menjelaskan hal-hal yang bersifat ghaib dan mistik (ada yang bisa memberikan info mengenai ini?). Lucunya film film yang ngetrend di sono itu film yang agak agak mengarah ke dunia itu seperti Harry Potter, Lord of The Ring, dll. Terus yang saya pernah ketahui juga, di zaman saya sekolah dulu, riset riset tentang hal hal berbau kebudayaan indonesia yang rada rada ghoib itu lebih mudah mendapatkan dana dibanding riset yang bersifat fisik saja. Di Indonesia, walaupun kita sudah terbiasa dengan hal-hal yang aneh tapi nyata, secara keilmuwan pun belum ada back up.
Ini dia perbandingan fenomena ghoib di Indonesia dan Barat
Perbandingan fenomena ghaib di dunia film
- Indonesia: kata kunci di judul film Indonesia berbau mistik adalah: tuyul, kuntilanak, hantu, dll.
- Barat: Legend, Harry Potter, Magic, Lord of The Ring
Perbandingan fenomena ghaib di dunia hiburan
- Indonesia: Kuda lumping, ronggeng, dll
- Barat: Sulap
Perbandingan fenomena ghaib di dunia pakar:
- Indonesia: Dukun, tukang ramal amatiran sampe profesional
- Barat: Paranormal, dll.
Dari fenomena tentang dunia ghoib ini, sepertinya belum ada penjelasan (secara scientific) tentang hubungan antara ilmu ilmu fisik dan ghoib ini. Anehnya perkara-perkara seperti ini ada dan seharusnya ada pula body of knowlegenya, tapi dimanakah posisinya dan seperti apa mindset yang dipakai? Dari rasa ingin tahu yang besar itulah banyak orang barat yang menggali kitab kitab kuno, semua diaduk aduk, dari suku Aztec, Inca, Maya dan entah apalagi.
Beruntung kita sebagai orang Islam telah memiliki referensi yang akurat mengenai hal ini, yaitu bersumber dari Qur’an dan Hadits. Dalam islam perkara perkara ghoib ini memang ada, bahkan ada berbagai macam. Selain alam semesta yang nyata, Allah juga menciptakan alam yang tidak kelihatan, seperti alam ruh, alam malaikat, alam jin, alam jamadat, dll. Pada semua alam ini berlaku sunatullah sesuai dengan kehendak Allah.
Masalah kewaskitaan (dapat melihat masa depan ) yang digembargemborkan dalam wacana anak indigo ini sudah biasa dalam Islam. Contohnya:
Rasulullah
Sering kali Baginda bercerita tentang apa yang dilihatnya dimasa datang, mulai dari masa depan para sahabat, (ada yang sejak kecil sudah disebut akan menjadi perawi hadits, akan mendapat rezki yang banyak, juga termasuk kematiannya- ada yang mati sendirian, ada yang mati ketika sudah bertemu fulan bin fulan, ada yang mati dibunuh orang munafik, dll), juga masa depan umat islam ( Islam akan menaklukkkan Persia, Romawi, dan (the hottest one I could ever think) – Kebangkitan Islam di Akhir Zaman).
Nabi-nabi
Nabi Isa a.s, sejak bayi dapat berbicara ( sebenarnya selain nabi Isa a.s. , ada juga beberapa bayi bayi lain yang juga dapat berbicara). Ketika masih kecil mampu bercerita pada kawan-kawannya apa yang dimasak oleh ibu kawannya, apa yang disimpan ibu kawannya, bahkan mengetahui siapa pencuri tetangganya.
Nabi Daud.
Beliau mampu membunuh Jalut (Goliath), bukan hanya karena pandai memanah saja, tapi karena mendengar batu berbicara bahwa batu itu (dengan izin Allah) mampu menaklukkan Jalut.
Para Sahabat Nabi Muhammad s.a.w
- Sayidina Abu Bakar mengetahui keadaan keluarganya ketika beliau telah wafat.
- Sayidina Umar bin Khatab mengetahui ada keturunannya yang akan menebar kedamaian di bumi (Umar bin Abdul Azis) lengkap dengan ciri cirinya. Beliau juga pernah memberikan perintah pada panglima perangnya yang sedang berperang di tempat yang jauh (Sariyah) dari madinah, dan panglima ini kelas kelas mendengar suaranya di medan perang.
- Sayidina Ali pernah memberikan gambaran yang sangat akurat mengenai peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau yang menyebabkan beberapa pendeta Yahudi masuk Islam.
Para wali, ulama dan orang soleh
- Rabiah al Adawiyah. Kelahirannya yang terjadi di gubuk miskin dan tidak ada apa apa (bahkan setetes minyak untuk mengolesi pusarnya pun tidak ada). tapi kelahirannya ini dirayakan besar-besaran oleh pemimpin di daerahnya.
- Imam Syafii, hafal Quran di usia sangat muda dan mendapatkan petunjuk agar mendalami ilmu ilmu agama ketika sedang membantu pekerjaan orangtuanya.
- Syaikh Abdul Qadir Djaelani, tidak pernah berbohong bahkan pada perampok. Sudah pernah bertemu dengan ibunya ketika belum dilahirkan.
Masih banyaaak sekali fakta tentang Rasul, Nabi dan wali wali yang mengalami hal hal yang aneh bin ajaib dalam masa hidupnya (silahkan cari kisah kisah ini di Tazkiratul Awliya, dll). Dari apa yang pernah mereka alami, yang sangat mengagumkan adalah dengan kemampuan yang luar biasa tersebut, mereka semakin dekat dengan Allah, semakin cinta dan tunduk dengan Allah. Tidak ada rasa sombong, membesarkan diri, atau rasa lebih dari yang lain. Hal ini karena kemampuan luar biasa itu adalah ‘bonus’ yang didapat dari Allah karena mereka selalu bersungguh sungguh dengan Allah. Jadi, silahkan menempuh jalan ini jika mau selamat. Mau anak indigo, atau anak pintar, atau anak anak polos biasa saja, yang paling penting, kenalkan Anak pada Tuhan. ia akan selamat dunia akhirat.
Tapi ngomong ngomong, ini belum menjelaskan kenapa para dukun dan orang orang yang bukan wali (bahkan kelihatan dari kelakuannya jelas-jelas bukan wali) itu ada yang dapat juga ilmu ilmu seperti ini. Ilmu itupun dari Allah, tapi Allah berikan bukan dengan rahmat dan kasih sayangNya. (silahkan lihat di artikel "Antara amalan sufi dan amalan khadam" di situs Kawan Sejati).

