Toilet training adalah salah satu masa sulit yang harus dilewati pada anak. Belum ada patokan yang jelas untuk mendidik anak agar mau buang air ke kamar mandi dan melepaskan popoknya dengan sukarela. Ada yang melakukannya pada usia 2 tahun, 3 tahun, dll. Jika anak dan ibu sudah siap, toilet training perlu segera dilakukan. Ini adalah salah satu pendidikan yang penting, mengajarkan pada anak tentang kebersihan dan kesehatan. Beberapa tips agar anak lebih mudah menjalani toilet training:
1. Doa dan kesabaran ibu agar diberikan fisik dan mental yang kuat dalam menghadapi tingkah laku anak yang ajaib di masa ini.
2. Suasana yang tenang , tidak emosional agar anak tidak stress dalam melakukan toilet training
3. Kesiapan anak dalam menghadapi toilet training. Umumnya anak perempuan memiliki kemampuan untuk belajar toilet training lebih cepat secara fisik dibandingkan anak laki laki. Anak yang suka denagn kebersihan lebih mudah. (Didikan tentang kebersihan sebaiknya dilakukan sejak lahir misalnya denagn mengganti popok anak yang sudah basah secepatnya, menjaga kebersihan dan kebaikan makan minum anak, disiplin waktu mandi, dll).
4. Disiplinkan jadwal ke kamar mandi pada anak per beberapa jam sekali… tapi jangan terlalu ketat agar anak tidak stress. Atur juga pola makan dan minum anak serta jadwal makan minum anak. Kemungkinan anak untuk buang air llebih besar ketika sudah makan, minum, mau tidur ataupun bangun tidur.
5. Amati tingkah laku anak, anak yang ingin ke kamar mandi biasanya menunjukkan tingkah laku yang khas seperti memegang celana, berjalan ke dekat kamar mandi, diam tiba tiba, dll.
6. Beri reward pada anak yang berhasil buang air di kamar mandi
7. Selalu latih verbal anak agar dia terbiasa memberi tahu jika ingin buang air.
8. jangan pernah panik, ini akan menambah stress pada anak
9. Selalu siapkan alat alat pembersih di dalam ruangan agar segala kotoran yang dikeluarkan pada anak cepat dibersihkan dan tidak menyebar ke dalam rumah.
10. Periksa kondisi lahiriah anak, ada anak yang memang memiliki kesuliatan untuk mengendalikan kandung kemihnya. Lakukan pijat sederhana, pilihlah makanan yang sehat, dll.
Toilet Training
Menghindari Tantrum pada Toddler
Usia 2 tahun memang banyak cerita… dibutuhkan energi tambahan bagi seorang pengasuh untuk membesarkan anak di usia 2 tahun….Tantrum dan tingkah laku tidak terkendali adalah hal yang sering dijumpai pada anak usia 2 tahun dan itu termasuk normal menurut psikologi perkembangan anak…. Jika sudah terjadi hadapi saja… yang penting jaga agar suasana tetap nyaman aman dan terkendali….pengasuh tidak boleh terpengaruh oleh suasana seperti ini dan terbawa emosi karena hal itu akan berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Lebih nyaman lagi jika tantrum dapat dihindari sebelum terjadi….
Mungkin tips di bawah ini dapat digunakan untuk menghindari tantrum:
1. Periksa kebutuhan dasar anak seperti makan minum, istirahat dan bermain. Jika kebutuhan ini belum cukup anak bisa menjadi usil atau mudah marah.
2. Hindari suasana yang dapat memancing keributan seperti kakak yang sedang bad mood, mainan yang terlalu sulit untuk dimainkan, suasana yang kurang nyaman bagi anak, suasana asing, dll.
3. Periksa seluruh rumah, lindungi anak dari benda benda berbahaya, sembunyikan atau pisahkan anak dari benda benda menarik tapi berbahaya untuknya seperti obat obatan, kosmetik, benda tajam, benda elektronik, dll.
4. jaga agar suasana rumah tetap nyaman, penuhi rumah denagn kegiatan bermanfaat, pilihlah hiburan yang tepat dan menenangkan hati seperti memilih nasyid yang mendekatkan diri pada Tuhan, membaca Alquran, tahlil, dll.
5. jaga kebersihan dan kerapihan rumah agar selalu ada malaikat yang mendoakan di dalam rumah.