Anak perempuan bermain boneka, anak laki laki bermain mobil mobilan…

dsc_4688.jpg
Ini adalah pandangan klasik orang tua di zaman dahulu kala. Pernahkah kita berfikir, mengapa nenek kakek kita sedemikian konservatifnya memilih mainan? pandangan ini memang terlihat kolot dan sudah banyak ditinggalkan orang di zaman sekarang… tapi coba kita fikirkan sekali lagi…mungkin dalam aturan orang tua zaman dahulu kala, terdapat hubungan antara jenis mainan dan jenis kelamin anak anak. Kemungkinan mereka telah memiliki pandangan terdapat hubungan antara jenis kelamin dan mainan yang dipilih. Apa perbedaan klasik anak laki laki dan perempuan? anak perempuan, jika sudah besar nanti mungkin akan menjadi seorang ibu yang merawat anak anaknya, anak laki laki akan banyak bekerja di luar. Perbedaan karakter ini yang menjadikan mainan anak perempuan sebagian besar boneka, peralatan masak, dll sementara permainan anak laki laki adalah mobil, ketapel, robot, dll. Perbedaan ini membuat prototype bahwa anak perempuan itu harus dididik menjadi anak yang halus dan lemah gemulai, sementara anak laki laki menjadi anak yang tangguh dan kuat…. sementara baik anak perempuan dan anak laki laki membutuhkan keduanya. Dalam kehidupan nyata, baik laki laki maupun perempuan perlu bersikap halus, lemah lembut, ataupun tegar.

Tapi itu belum mematahkan teori terdapat hubungan antara pendidikan karakter dan pemilihan mainan. Untuk jalur amannya, mari kita lihat permainan yang pernah dilakukan di zaman Rasulullah. Rasulullah sangat menggalakkan permainan berkuda, memanah dan berenang. Pada akhirnya lahirlah pemuda dan pemudi yang pandai memanah dan berkuda, suatu keahlian yang sanagt dibutuhkan pada saat peperangan di zaman dahulu kala. Rasulullah juga pernah berlomba lari dengan Sayidatina Siti Aisyah RA, bahkan Beliau pernah menang dan pernah kalah dengan istrinya. Sayidatina Siti Aisyah sendiri masih suka bermain boneka ketika telah dinikahkan dengan Rasulullah. Pernah Rasulullah bertanya ‘Ini kuda apa?” Jawab Sayidatina Siti Aisyah” Ini Kuda Nabi Sulaiman”……. Dari cerita cerita yang sangat sedikit itu memang sulit utnuk mengambil suatu kesimpulan. Tapi kita dapat melihat, permaiann yang dianjurkan oleh Rasul, ternyata berguna di masa depan untuk kehidupan pemuda dan pemudi seperti permainan memanah dan berkuda. Sayidatina Siti Aisyah pun bermain boneka, namun dia berfikir tentang sejarah ketika bermain boneka( Nabi Sulaiman dan tentaranya)., jadi dia telah memiliki ‘mindset’ tertentu ketika bermain boneka. Dari kenyataan diatas tampaklah bahwa permainan yang dianjurkan Nabi tidak sekedar untuk menghibur hati, tapi untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian anak, yang dapat digunakan di masa datang untuk menegakkan kalimah Allah. Permaiann yang bersifat menghibur juga telah memiliki cara pandang tertentu, dalam hal ini cara pandang Islam….. Untuk mengetahui hubungan pendidikan karakter dan pemilihan mainan memang dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam, tapi untuk praktisnya, kita memang perlu berhati hati memilih mainan untuk anak anak. Pilihlan mainan yang membangun diri, bukan mainan yang merusak hati.

6 Komentar to “Anak perempuan bermain boneka, anak laki laki bermain mobil mobilan…”

  1. Permainan yang mengembangkan karakter dan membuat anak lebih siap menghadapi masa depan. Syukur kalau bermain nya dengan Ayah atau Bunda, akan lebih asyik lagi.

    Salam kenal

  2. Terimakasih banyak komentarnya Pak.

  3. Consultasi bila anak laki-laki suka bermain mainan perempuan, dan lebih suka dengan teman perempuan bagaimana menanggulangi usia 7 th

  4. Saya yakin jika anak anak dibesarkan sesuai denagn cara Islam (dalam Islam, anak anak dididik sejak dalam kandungan, bahkan calon orang tua sang anak sudah diproses/ dipersiapkan sejak sebelum menikah), tidak akan ada kasus anak laki laki yang feminim, yang kondisi ekstrimnya bercita cita ingin jadi wanita.Untuk lebih jelasnya tentang mendidik anak anak, anda dapat melihat buku panduan wanita solehah di www. kawan sejati.ee.itb.ac.id. Terima kasih atas komentarnya.

  5. anak adalah anak, bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. oleh karenanya anak memiliki karakter tersendiri (dalam hal ini saya sebut; unik). rasa ingin tahu yang besar, keinginan menirukan yang kuat, dan dinamis yang tak bisa dipisahkan dari aktivitasnya kadang sedikit “menyulitkan” orang tua dalam membimbing mereka.
    permainan merupakan jembatan yang menghubungkan dunia anak dengan realitas kehidupan, dunia anak dengan dunia orang dewasa. asalkan permainan dan media bermain disesuaikan dengan situasi, kondisi, toeransi, pandangan, dan jangkauan anak pada saat aktivitas bermain. tiada masalah ia bermain dengan siapapun, karena itu mengasah keterampilan sosial mereka. tetapi sebagai orang tua, akan lebih baik jika mengamati perkembangan mereka selama beraktivitas. tidak membiarkan mereka bermain secara liar, karena apa yang didapatkan anak selama aktivitas mereka itulah yang akan tercermin dalam kesehariannya.
    suatu ketika, akan berdampak baik jika seorang-orang tua mau berbuat sedikit berlebihan kepada putera-puterinya dalam hal permainan. dapatlah kiranya seorang ibu atau ayah, atau keduanya dengan sengaja mengajak putera-puterinya bermain (dengan perencanaan sebelumnya) tanpa sepengetahuan si anak tentunya, kemudian si ibu dan si ayah mendiskusikan perkembangan perilaku putera-puterinya selama aktivitas bermain dan mengamati perilaku mereka dalam kehidupan sesudahnya.
    temukan hal besar di sana.

  6. Asalamualikum wr wb

    Akan lebih menyejukkan mata, kalau tahu nama dan telponya. Bisa kontak buat explorasi topik ini di majelis yang lebih luas.

    salam kenal
    Dwijo 0813 1069 6307 fearkantor.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: