Ini adalah beberapa pertanyaan aneh bin ajaib yang muncul dari anak anak saya, silahkan dikomentari… mungkin ada kawan kawan lain yang ingin menambahkan pertanyaan unik anak anaknya di sini??? mari kita berbagi…..

Nurul 2 tahun
Allah itu apa?

Kiyah 4 tahun
Allah terbuat dari apa?

Yanti 6 tahun
Waktu hari kiamat malaikat Israfil yang meniup terompet dan mematikan seluruh makhluk Allah hingga hanya Allah saja yang hidup… tapi terus malaikat itu kan perlu meniup terompetnya untuk menghidupkan semua makhluk setelah mati… jadi betulkah malaikat israfil itu mati??

Yanti 7 tahun
Mengomentari hadits Rasulullah” Sahabat sahabatku ibarat bintang bintang di langit”… kalau sahabat itu adalah bintang dan rasul itu bulan purnamanya….gak mungkin… kan bintang itu lebih terang dari bulan purnama….

Yanti 8 tahun
Harimau itu haram dimakan karena bertaring… bagaimana dengan ikan hiu…. kan dia bertaring juga…
Boleh gak kita makan keong…. kan katanya kalau menjijikkan tidak boleh… tapi kalau kita tidak merasa jijik bagaimana… ??

Berhibur dengan Membatik

Februari 2, 2009

Niat untuk membatik di Studio Batik Hasan sebenarnya sudah lama direncanakan… tapi karena para crewnya orang yang super sibuk…. he he he rencana ini selalu tertunda…. Akhirnya jadi juga… 1 crew tertinggal di Surabaya tapi yang lain sudah bersedia…..

Akhirnya berangkatlah tim membatik ini ke studio Hasan… peserta mbatiknya ternyata cuma 3 orang… Yaitu: Yanti (si sulung )  Tante Nur (tantenya anak anak) dan Ririet (kawannya Yanti, mhs FSRD ITB)…. peserta  yang mengundurkan diri: Ibu (terlalu sibuk mondar mandir… :) ) dan Kiyah (tiba tiba pemalunya kumat- padahal katanya anak umur 4 tahun sudah bisa diajak belajar mbatik lho0)…

Sampailah kita ke sana

031544_DSC_0132

Ternyata motif batik yang sedang diproses cantik cantik:

031578_DSC_0166

 

031561_DSC_0149

Motif batik hasan cenderung kontemporer, jadi gak full mbatik banget….. ada paduan unsur lain seperti bentuk geometri, bahkan kartun…..bentuk ini di padu padankan satu dan lain sehingga hasilnya cukup unik dan menarik..

031558_DSC_0146

031552_DSC_0140

Ternyata menurut sang empunya batik, selain penguasaan ilmu desain motif, dibutuhkan banyak ilmu ilmu lain untuk menghasilkan karya yang baik…. dari penguasaan teknik, bahan dan material , pewarnaan, dll… terkadang satu karya batik ini selsai dalam waktu 1 bulan.. bukan karena menunggu antrian tapi karena teknik pembuatanya yang berulang ulang dan membutuhkan kesabaran… hasilnya…. memang keren…..

DSC_2979Ternyata belajar mbatik itu ada tahap tahapnya.. pertama kali kita belajar membatik dengan cap.. cap di sana sangat beragam, kita tinggal memilih mana yang kita suka…

031551_DSC_0139Setelah memilih cap, cap dicelup dalam malam panas, lalu ditempelkan pada bahan sesuai denagn desain kita……

031573_DSC_0161 

Setelah malam kering, batik dicelup sesuai warna yang dipilih……Warna batik Hasan sangat beragam… merah jambu, ungu, hijau, dll semua ada… jadi tidak hanya coklat…..

Nah ini dia hasil karya Yanti.. eh dia ternyata milih warna coklat… jadi mbatik banget deh…. 

031565_DSC_0153

Anak adalah Sebuah Harapan

Januari 28, 2009

Melihat anak yang patuh, penurut, berakhlaq, memang membuat hati menjadi tenang dan tentram… dari sana munculah berbagai mimpi dan harapan…. Hari ini si fulan sudah bisa belajar ini, itu, bla bla bla… begitu mungkin obrolan sore hari antara ibu dan bapaknya…. O iya, dulu saya pun seperti dia.. begitu mungkin komentar bapaknya…. dan segala doa dan harapan pun muncul dalam angan angan sang ibu dan bapak….

nurul

Tapi namanya juga anak anak….. satu hari menjadi malaikat, hari lainnya…. waw! kepala ibu bisa pening mendadak menghadapi tingkah lakunya yang ‘luar biasa’…..capek sang ibu menjadi bertambah tambah, uban dan kerut kerut dimuka bertambah.. luar biasa, anak bisa mengubah usia ibu yang baru berumur 35 tahun menjadi 53 tahun… he he he… itu baru cerita satu anak, bagaimana dengan 3 anak, 5? 7? 10? 30 ??????wahhhh tentu pusingnya berlipat ganda…..

Ada kesan anak menjadi sebuah beban yang perlu dipikul oleh orang tuanya… mulai dari masalah pengasuhan, pendidikan, dan biaya hidup…… “ Ayo, cepat lulus kuliah dan bekerja… ibu sudah capek membiayai kamu… “ salah satu komentar yang pernah saya dengar…ada juga yang semangat mempersiapkan segala sesuatu untuk anaknya… biaya sekolah favorit yang selangit, asuransi, dll….sampai samapi kedua orangtuanya terpaksa pontang panting mencari uang agar kebutuhan anaknya tercukupi…. ada juga yang berusaha membatasi kelahiran anak agar tidak berat menanggung kebutuhan hidupnya……

Apakah kita sudah melihat anak anak sebagai suatu potensi…. sebagai suatu harapan…Itulah yang Rasul ajarkan dan contohkan kepada kita…(Itulah hebatnya Rasul kita… jangankan anak anak sahabat… musuh pun Rasul beri harapan dengan mendoakan agar mendapatkan hidayah dari Allah…. kalaupun bukan dia yang mendapat petunjuk, semoga keturunannya menjdapat petunjuk dari Allah…. )….. Sampai Rasul berpesan kepada umatnya bahwa Beliau akan merasa bahagia melihat jumlah pengikutnya yang besar di akhirat kelak….Itu adalah harapan besar seorang rasul, doa seorang Rasul bahwa keturunan umatnya akan berada di pihaknya (berarti berada di pihak yang diselamatkan…..)…

Mungkin ini adalah mental exercise bagi para orang tua jika melihat anaknya bermasalah….. masih mampukah kita berharap, masih mampukah kita berdoa denagn rasa cemas dan harap kepada Allah, ketika anak kita sakit, ketika ia berbuat salah, ketika dia sengaja membuat jengkel ibu bapaknya, ketika ia membuat malu ibu bapaknya di depan orang lain….di sela sela letihnya pekerjaan rumah atau pekerjaan rutin lain orang tuanya… masih bisakah kita menyambutnya dengan senyum, ketenangan dan harapan? bukan denagn suara keras dan kerut merut di wajah?????atau nada suara penuh tuntutan dan perintah???? masih mampukah kita menyusun strategi untuk anak anak kita agar mereka tetap terdidik di saat mereka sedang bosan atau berbuat yang aneh aneh???

Janganlah kita berputus asa, jangan kita menjadikan anak sebagai beban…. berserah dirilah kepada Allah dan bertawakallah… tak ada  lagi yang dapat kita lakukan selain itu… biasakanlah untuk berharap dan memohon pertolongan Allah.. bisikkanlah “Ya Allah, saya sudah mencoba, tapi apalah artinya yang saya lakukan ini… hanya Engkaulah yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak… semoga saya selalu dalam bimbinganMu dan orang orang yang Engkau sayangi….Kita betul betul tak tahu dan tidak dapat menentukan masa depan anak anak kita kelak…. belum tentu anak yang terlihat baik sekarang, akan menjadi baik kelak, begitu pula sebaliknya kelak… itulah yang perlu kita rintihkan setiap saat kepada Allah Swt….

Biasanya accident terjadi ketika ibu sedang terkantuk kantuk ingin tidur siang. Anak anak mencari kesibukan sendiri… hari itu mereka bertiga memutuskan untuk membaca buku. Si sulung menjadi komandan, bercerita pada adik adiknya……

No 3 serius sekali melihat gambar sambil terus bertanya pada kakak kakaknya… " ini apa?"

"Ini eskrim….." kata No 1. " Ini punya adek ya…." kata si No 3. "Ini punya adek lagi… " No 3 melanjutkan akuisisinya… No 2 mulai terpancing…. " yang ini punya Kiyah…. " No 1 ternnyata ikut ikutan juga" Ini punya kakak, yang lain gak boleh…."….nyut nyut, kepala ibu mulai pening…. akhirnya mereka bertiga ribut berebut gambar……

"coba coba, berhenti dulu… " ibu mencoba mengambil alih komando…. "coba Nurul, ini punya Nurul ya, Nurul mau bagi ini untuk siapa? " Ibu memberi pancingan….. " Lihat ini, es krim Nurul besar…. apa bisa dihabiskan Nurul sendiri? kasihan tuh kakak Kiyah gak dapet… Nurul mau bagi gak?"….."Mau….." katanya…. hi hi hi….."Trus kakak Kiyah mau bagi kuenya untuk siapa? buat hadiah ke ibu boleh gak?"…..Jadi sekarang tiap melihat gambar anak anak terbiasa untuk memberi, bukan untuk mengkudeta…….

Tapi kadang kadang kalau gak ada komando… kejadian di atas terulang lagi…:(……

Sajak Nasehat Untuk Anak

Januari 5, 2009

Dari seorang guru sufi:

……….

Anak anakku  yang tercinta

Jika kamu pandai, jadilah obor kepada semesta

Jika kamu bodoh, berlindunglah di bawah cahaya

Jika kamu kaya, jadilah bank kepada masyarakat

Jika kamu miskin, berbanggalah, untuk keredhoan Tuhanmu, hindarkan meminta minta, supaya terpelihara keizzahanmu. Biarlah kamu miskin dengan Tuhanmu, kaya dengan manusia.

Jika kamu pedagang, jauhkan riba, betulkan timbangan. Berbuat adillah dalam berjual beli.

Jika kamu membutuhkan sesuatu, mintalah pada Tuhanmu agar manusia tidak menghinamu.

Jika kamu menjadi pemimpin, jadilah payung kpeada umatmu, rendahkanlah sayapmu.

Jika kamu dipimpin, serahkan kepada kebijaksanaan ketuamu

Jika kamu pejuang, banyakkan mengingat Tuhanmu. Hadapilah musuh, jangan melampaui batasan batasannya.

Jika kamu menderita, tersiksa,

berserahlah kamu. Itu tanda ‘basyar’ dari Tuhan. Tuhan kasih padamu. Kasih Tuhan, lebih dari kasih seorang ibu kepada anaknya……

 

Sifat pemurah dan der mawan adalah salah satu sifat yang sangat menonjol dalam kehidupan Rasulullah, keluarganya dan sahabat Rasulullah. Sifat ini membuka sifat sifat baik lain seperti perduli denagn orang lain, tidak rakus, suka membela orang lain, dll. Sifat ini juga menutup sifat sifat buruk seperti : egois, kikir, dll.

Dalam buku panduan wanita solehah bab pendidikan anak an ak, sifat pemurah perlu disuburkan setiap saat agar menjadi kebiasaan…. semoga dengan ini sifat itu tumbuh subur dalam pribadi anak dan menumbuhkan sifat sifat baik lain dalam peribadi anak.

Permainan yang Membangun

Januari 5, 2009

Dalam salah satu buku panduan Wanita Solehah, ada salah satu panduan yang berisi:  kita harus berhati hati memilih permainan yang tepat pada anak anak. Pilihlah mainan yang sifatnya berlomba atau membangun, bukan yang berebut atau menghancurkan…..

Menurut saya, panduan itu memang sangat tepat untuk diterapkan terutama di masa ini….. semoga dengan permainan yang tepat anak anak kita dilatih untuk berbuat sesuatu, membangun dan berkarya, bukan merusak atau menghancurkan…..

Di bawah ini ada beberapa daftar permainan yang sempat saya buat bersama anak anak……saya sangat berterimakasih jika ada yang mau menambahkan ide ide atau cerita yang berkaitan dengan permainan membangun ini…. semoga anak kita menjadi anak soleh dan solehah yang dapat berjuang di jalan Allah.

Permainan balok kayu

Variasinya sangat beragam…di rumah anak anak suka membuat rumah, kandang atau juga luncuran kelereng… lucunya terkadang ini mencerminkan pribadi sang pembuat…. si sulung yang tertib teratur, rumahnya cenderung simetris, sementara No 2 selalu ingin yang ‘lain dari yang lain’…. yang ke 3 kayaknya sih mirip yang sulung……

Logistik kayu

Merapikan mainan

umar kayu

Umar ikut main kayu

perosotan kelereng

Perosotan kelereng

Lego dan susun pasang

Play dough

Lebih murah membuat sendiri… warna bisa lebih bervariasi.

Gambar menggambar

Sampai saat ini alhamdulillah anak anak tidak pernah bosan menggambar… tujuannya memang bukan untuk membuat pameran, sekedar untuk mencari hiburan……

gambar yanti

Paper craft

29970_DSC_8556_membuat_papercraftIni permainan yang masih hangat dibuat sekarang.. soalnya ibu tidak perlu banyak menghabiskan waktu menyiapkan mainan, tinggal download, lihat instruksi, rakit, jadilah…… Biasanya momen paling menarik yang ketika merakit mainan, semua penasaran ingin tahu seperti apa… kalau sudah jadi, paling dimainkan sebentar terus masuk ke kotak mainan.

Di Canon papercraft banyak yang bagus bagus.. malah lebih bagus dari yang beli jadi di gramedia……favorit anak anak yang kodok gerak gerak dari canon..

Kalau yang Yamaha pepercraft terlalu sulit untuk anak anak karena terlalu kecil. Ada lagi yang dari Epson,belum dicoba… sepertinya cukup sederhana untuk anak anak… tapi file yang didownload biasanya lebih besar dari 1 Mega.

Rumah rumahan dari eva mat, bantal,, perosotan dari kasur busa,  kemah kemahan dari kain, dll.

Cukup menghibur anak anak umur 2 sampai 7 tahun di rumah… variasinya beragam. Memang tampilannya agak butut sedikit, tapi cukup fungsional…..

Lipat melipat

Kebetulan waktu jalan jalan bersama tante Nur, kita melihat kertas origami yang berkilat…. waw langsung dibawa pulang …..kertas ini bagus untuk dibuat bintang, burung, dll dan diletakkan di tempat yang mudah terkena sinar matahari Banayk buku origami yang bisa dibuat…. si sulung dah mulai tertarik membuat yang rada sulit (tapi kalau kesulitan biasanya ngomel juga)… si No2 sukanya mendesain sendiri.

Kalau lagi butuh aktivitas fisik biasanay kita membuat kapal kapalan kertas… diterbangkan dikavling kosong dekat rumah…..atau rotocopter dan yang sejenisnya….

Tempel menempel dan gunting menggunting

Biasanya membuat kubus atau benda 3D lainnya… No 3 biasanya dibant u oleh kakak kakaknya.

Maze dan puzzle

Yang mulai suka dengan ini adalah si No 2 dan si sulung…. No3 cuma lihat dan ikut ikut saja…..

maze and puzzle

Having Fun with Rotocopter

Nopember 17, 2008

Hmmmm bermain main denagn kertas memang menyenangkan. Rotocopter adalah salah satu permainan favorit di rumah ini. Di internet sudah banyak yang membuat beberapa desain rotocopter dari kertas. misalnya di: http://www.exploratorium.edu/science_explorer/index.html.

Tadi malam gara gara rotocopter anak anak baru mau tidur jam 21.30…. wuah wuah jadi ada perubahan jadwal. Alhamdulillah hari ini masih bisa bangun pagi pagi…. Selain membuat versi original, anak anak suah bisa bermain dengan redesain rotocopter… Kiyah membuat ekor yang panjang, atau dimensi kertas yang tipis, atau bentuk yang tebal sekali seperti balon…. Kiyah bahkan membuat desain rotocopter yang lain dari yang lain… berbentuk baling baling dobel dan bunga… trus yang pailing menyenangkan ketika kertas itu diterbangkan…. mana yang paling lama terbang dan yang paling cantik terbangnya ya…..

Tentang mainan pesawat terbang kertas, kreasi dan eksperimennya ini juga ada di sitenya arvind gupta, ada beberapa yang free download…. silahkan dilihat ya….

Melihat Kodok Kawin

Nopember 17, 2008

Cerita ini sudah lama ku alami bersama anak anak. Awalnya mereka melihat belalang bertumpuk tumpuk di kebun rumah. Yanti dengan rasa ingin tahunya bertanya, “ bu itu belalangnya lagi apa sih? “ … karena sedang sibuk di dapur, pertanyaannya agak agak teracuhkan. Yanti melanjutkan komentarnya, “ Bu kayaknya si belalang lagi kawin deh… Kiyah, mau lihat belalang kawin nggak???” Kiyah dengan cepat berlari, “Mau mau… mana mana…. hi hi hi lucu ya…ihh mereka kawin kawin kawin…” lalu keduanya asyik menonton sepasang belalang tersebut… wah wah ini gak boleh didiamkan begitu saja…..Setop dulu pekerjaan di dapur. “Udah belum lihatnya?.. “ gitu komentarku…. dua anak itu tetap saja memelototi belalang sambil berteriak ribut…. “Dah udah, jangan lama lama…. kasihan belalangnya”.. gitu komentarku seadanya… “Kasihan kenapa bu? kita kan cuma pingin lihat aja….”….. “Kasihan, kalo anak anak ribut begitu dia gak jadi deh kawinnya.. kalau gak kawin ntar gak bisa bertelur dan gak ada belalang kecil yang menggantikan dia kalau udah mati….” “O jadi gak boleh ribut ya…”..”Gak boleh dilihat lama lama juga… kalau mau lihat sebentar aja, atau diintip jangan sampe dia tau…” “Kenapa kok dia gak mau diliatin?”…. “Memang begitu sunatullohnya…. perkawinan itu sesuatu yang besar… hebatkan Allah, dari perkawinan, bisa ada bayi bayi kecil yang lahir menggantikan yang sudah besar. Jadi itu mesti dilakukan dalam keadaan tidak ribut, dan gak boleh diliatin ama yang lain….kalau diplototin kayak gitu dia gak mau kawin deh….”… dah titik…. cuma itu yang bisa kukatakan pada anak anak.. Lucunya waktu berjalan jalan di Play ground dekat rumah, mereka menemukan kodok bertumpuk juga di pinggir jalan. “Kakak… ada kodok kawin…” Kiyah berteriak.. Si kakak langsung mengatur nada suaranya” Kiyah, didekat binatang yang sedang kawin kita gak boleh ribut ribut…..kasihan dia, bla bla bla…” he he he……..

Membenahi Pendidikan Anak

Nopember 8, 2008

Jadi orang tua sekarang memang susah… yang ada selalu rasa cemas dan cemas… apakah anakku sudah berada di jalan yang benar? kalau terlihat sudah benar, apakah ia nantinya akan selalu benar jika menghadapi berbagai ujian?

Belum lagi kalau baca koran dan berita hari ini….bagaimana kalau anakku terlibat dalam kasus kekerasan atau pornografi? bagaimana lingkungan sekolah anakku? bagaimana teman teman anak anakku?… wah wah, kalau bisa anak anak kita buntuti terus supaya bisa ketahuan belang belangnya…. tapi kan kita bukan mengurus anak monyet atau kucing yang harus terus diawasi… manusia memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari itu…. jika ia telah dididik denagn benar, tidak perlu repot repot diawasi, tidak ada siapa siapapun ia mampu bertindak dengan benar.

Menurut saya, ada beberapa masalah pendidikan anak anak yang belum selesai sampai saat ini antara lain:

  1. Pendidikan dilakukan secara formal di sekolah saja.
    Anak anak secara fitrahnya suka dengan belajar. Ia melihat, mengamati dan meneyrap apa saja yang dapat ia pelajari. Jika di sekolah ia belajar dengan bimbingan gurunya, jika tidak ada bimbingan, ia akan mencari contoh  dan rujukan dari sumber yang lain.  Jika kehidupan berlangsung selama 24 jam dan anak anak belajar di sekolah selama 5 jam, maka sisa 19 jam itu akan dipergunakannya utnuk belajar dari sumber lain seperti dari teman temannya, lingkungan, dll.
  2. Pendidikan formal dilakukan untuk menghasilkan nilai dan ijazah
    Ada guru ada tugas ada raport ada kenaikan kelas.  Dalam waktu 5 jam di sekolah anak diminta untuk belajar dan menyelesaikan pelajarannya dalam 1 semester pelajaran.  Untuk beberapa pelajaran yang bersifat hafalan dan pengetahuan, mungkin hal ini masih dapat diterima, tapi untuk pelajaran pelajaran lain, sulit dilakukan. Dengan waktu yang terbatas dan pelajaran yang bersifat formal, anak anak terpaksa mengejar setoran…..berbagai daya dan upaya pun dilakukan oleh anak untuk mendapatkan nilai terbaik, bukan untuk mendapatkan pemahaman dan mendapatkan kemampuan utnuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari hari. 
  3. Pendidikan yang dilakukan di sekolah hanyalah pendidikan akal saja.
    Manusia tidak hanya memiliki akal. Ia memiliki hati dan jiwa. Jika hati  dan jiwa tidak terdidik, maka ia tidak akan terlatih atau kemungkinan lain ia akan mendapatkan pelajaran dari tempat yang salah. Yang paling berbahaya dari hati dan jiwa yang tidak dididik adalah nafsu. Nafsu yang tidak dididik dapat menjerumuskan anak anak dalam berbagai masalah seperti pornografi, kekerasan, dll.  Proses pendidikan hati dan jiwa tidak dapat dilakukan secara formal utnuk mengejar nilai, ia harus dilakukan setiap saat.

Masih banyak masalah lain yang ada dalam pendidikan anak. Mungkin guru dan pendidik lebih banyak memiliki fakta dan pengalaman di lapangan.  Yang jelas masalah masalah di atas belum selesai. Sebagai orang tua kita tidak mungkin menunggu sampai sistem pendidikan yang ada menjadi baik dan benar.